Akibat Pandemi Covid-19, Omzet Penjualan Bendera Menurun

Muhammad Yusuf mengemas barang dagangannya, Jumat (14/8/2020)
ADVERTISEMENT

KHITTAH.CO– Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tinggal menghitung hari, tepatnya pada tanggal 17 Agustus nantinya, disepanjang Jalan di Kota Makassar kembali dihiasi pedagang bendera merah-putih. Namun, para pedagang bendera tersebut mengeluh dikarenakan dampak Covid-19 sehingga sepi pembeli.

Muhammad Yusuf, pedagang bendera dan umbul-umbul yang sudah 15 tahun berjualan di Jalan Urip Sumoharjo, mengungkapkan, turunnya omzet pembeli hingga 85%.

“Sepi sekali pembeli, biasanya tahun-tahun sebelumnya banyak pesanan, sampai Rp5 juta, tapi sekarang sama sekali tidak ada, yah tinggal orang-orang lewat biasanya satu sampai empat bendera yang laku,” keluhnya, Jumat (14/8/2020).

Ia menganggap, tahun ini masyarakat seakan tidak menghiraukan keharusan memasang atribut kemerdekaan pada momentum menyambut hari kemerdekaan meski waktunya menyisakan dua hari lagi.

“Saya mulai jualan tiap tahun itu dari bulan Juli tanggal 15, buka dari pagi sampai sore, tapi sampai sekarang masih sedikit yang beli, mungkin karena Corona,” ujarnya.

Hal serupa juga di ungkapkan Daeng Manai, yang berdagang bendera di Jalan Kerung-Kerung Kota Makassar, mengatakan, dirinya juga merasakan omzet penjualan yang turun drastis.

“Sudah 40 tahun saya berjualan bendera disini, tapi baru tahun ini omzet penjualan turun drastis, biasanya sudah ada pesan untuk pesta rakyat, tapi mungkin karena larangan berkegiatan karena Corona, jadi sekarang tidak ada lagi, yah saya hanya coba bertahan saja,” ucapnya.

Kisaran harga bendera yang di dagangkan keduanya juga di bandrol mulai dari puluhan ribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah, tergantung seberapa besar dan panjangnya bendera tersebut.

Penulis : Muhammad Fepi