Aktivitas Dakwah di Daerah Terpencil, Jamaahnya Antusias tapi Mubalignya Kurang

Jamaah pengajian di Rongkong Luwu Utara (Foto: Sandi)

KHITTAH.CO, Luwu Utara- Kegiatan dakwah memang tak lagi sesempit antara mimbar dan jamaah. Dakwah kini dilakukan dengan beragam cara dan metode, di era digital seperti saat ini misalnya, dengan mengandalkan jaringan internet yang kuat dakwah dilakukan via youtube dan media sosial.

Namun begitu, belum semua daerah terjangkau dengan jaringan internet, sehingga metode lama juga tetap perlu dilakukan dalam pembinaan jamaah di masjid-masjid, khususnya lagi di daerah terpencil.

Kegiatan dakwah sejatinya memang tak memandang tempat dan situasi sosial, di Rongkong pelosok Luwu Utara ini misalnya, potensi jamaah dan antusias serta semangat masyarakat dalam kegiatan pengajian dan amal kebaikan lainnya sangatlah besar, namun hal itu tidak berbanding lurus dengan kuantitas mubalig dan akses pendukung lainnya di daerah tersebut.

Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Luwu Utara, Harifah DM, mengungkapkan berdakwah di kec. Rongkong ini penuh dengan tantangan karena akses jalannya terjal dengan penurunan yang sangat membahayakan nyawa. Selain juga mubalig yang masih kurang.

Manyambung Harifah, Ketua BKMT Kec. Rongkong, Hj Berlian Papongoran, menimpali bahwa meski begitu semangat bermajelis taklim itu tak pernah surut.

“Itulah tantangannya, kita harus ikhlas dan karena ridha Allah-lah yang kita inginkan,” pungkasnya.

Terpisah, salah satu mubalig, Sandi Ibnu Syam, S. Pdi, kepada KHITTAH, membenarkan hal tersebut. Menurut alumni Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Unismuh Makassar ini, berdakwah di Rongkong memang penuh dengan banyak rintangan, tapi jamaahnya selalu banyak.

“Pengajian Sabtu (5/8) kemarin saja yang dipusatkan di desa Minanga, Kec. Rongkong, peserta yang hadir ada sekitar 200 orang lebih dari tujuh desa,” jelasnya.

Ia menambahkan sebagai mubalig yang membina pengajian, pendalaman Al-Qur’an baik bacaan maupun kemampuan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari adalah yang selalu ditekankan pada jamaah. Jamaah pun menyambut baik hal itu. (kr)