AMM Sulsel Gelar Kajian Hukum Penanganan Begal

nakajian
AMM Sulsel kajian Hukum di UBC Kampus Unismuh Makassar, Selasa (09/03/2016)
ADVERTISEMENT

KHITTAH.co- Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulawesi Selatan menggelar Arisan Pemikiran “Kajian hukum: Begal marak apa aksi kita?” Kajian bergilir yang kali ini dinisiasi PW Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, di laksanakan di gedung Unismuh Businiss Centre (UBC) lantai II Kampus Unismuh Makassar, Rabu (09/03).

Rosmiati Zain, dari LBH Apik Makassar serta Dr HM Djamil Misbah sebagai Ketua Peradi Sulsel, dihadirkan sebagai narasumber.

Ketua NA Sulsel, Eka Damayanti, dalam pengantarnya mengatakan bahwa arisan pemikiran kali ini dilaksanakan untuk mensinergitaskan antar ortom juga Organisasi masyarakat luar, serta organisasi daerah.

“Makassar ini kota urban, sementara kita mayoritas adalah pendatang, sehingga korban begal pun pling banyak adalah pendatang. kekhawatiran orang tua melepas anaknya ke Makassar pun semakin tinggi,” terang Eka.

Dosen di UIN Alauddin Makassar ini juga menegasakan bahwa pengembalian keamanan kota Makassar adalah pertarungan harga diri. “Peran pejabat daerah harusanya lebih progres dam malu jika organisasi saja bisa greget mengapa mereka tidak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse, juga mengatakan mengutuk keras perbuatan begal. Sebagai pimpinan, kata Ambo, ia memberi apresiasi terhadap angkatan muda Muhammaduyah, khususnya sikap NA yang terus menyuarakan anti begal. “Arisan pemikiran AMM ini bagus, perlu terus dilanjutkan agar silaturahim serta kekompakkan AMM juga terus terjalin.”

“Setelah ini Muhamadiyah Sulsel juga akan melakukan press conferense terkait pernyataan sikap Muhammadiyah terhadap pelaku begal, serta pemberian efek jerahnya,” Ambo Asse menambahkan.

Rahma Idrus