Anggota Komisi VII DPR RI Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan TPBBM di Majene

Muktar Tompo tengah foto bersama warga Majene Sulawesi Barat
Muktar Tompo tengah foto bersama warga Majene Sulawesi Barat

KHITTAH.CO– Majene – Setelah melakukan kunjungan kerja ke PT Pertamina Region VII dan PT PLN Sulselrabar, Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo melakukan peninjauan lokasi rencana pembangunan Tempat Penyimpanan Bahan Bakar Minyak (TPBBM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Ahad (7/8) lalu.

Mukhtar melanjutkan kunjungan ke Sulbar, setelah ia mendapatkan laporan masyarakat, bahwa di Majene akan dilakukan pembangunan TPBBM.

Menurut Mukhtar, belajar dari kasus kerusuhan yang sempat terjadi di TPBBM Padang, sebagai Anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, Mukhtar tidak ingin hal serupa terjadi di Majene Sulbar.

“Saya datang kesini melihat langsung kondisi lahan yang dipersiapkan oleh investor yang akan jadi mitra rekanan Pertamina,” ungkap Mukhtar.

“Saya menyusuri wilayah bukit dan juga wilayah laut. Saya juga mendengar langsung masukan dan harapan masyarakat sekitar. Dalam beberapa hal saya sepakat dengan langkah dan persiapan yang telah dilakukan. Namun banyak pula catatan-catatan penting yang akan saya pertanyakan secara detail ke Kementerian ESDM dan Pertamina,” urai Anggota Fraksi Hanura ini.

majene
Mukhtar Tompo bersama masyarakat sekitar lokasi pembangunan TPBBM

Secara prinsip, Mukhtar mendukung pembangunan ini, tapi ia menegaskan TPBBM ini harus jelas kontribusinya bagi masyarakat sekitar, termasuk sumbangsihnya bagi Pemerintah Kabupaten.

Selain itu Mukhtar mengingatkan agar pembangunan ini tidak merusak lingkungan, khususnya ekosistem laut. “Ada sejumlah nelayan yang menyampaikan kekhawatirannya, jangan sampai TPBBM ini akan berdampak terhadap mata pencaharian mereka,” ungkap Mukhtar.

“Saya besar di Majene, dan punya banyak keluarga disini. Jadi saya berharap masyarakat Majene tidak dirugikan dengan TPBBM ini,” tutup Mukhtar.

Sebelum meninjau lokasi TPBBM, Mukhtar sempat menemui Bupati Majene, Dr. Fahmi Massiara untuk mendiskusikan persoalan tersebut.