Asrama Tahfizhul Qur’an dan Rusunawa Baru Ummul Mukminin Aisyiyah Diresmikan

ADVERTISEMENT


KHITTAH.CO, Makassar- Asrama Tahfidzul Qur’an Pondok Pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan diresmikan Ketua Pimpinan Wiilayah Aisyiyah (PWA) Sulsel, Sabtu (31/3/2018) sore.

Peresmian dilakukan serangkaian dengan penutupan musyawarah pimpinan wilayah I Aisyiyah Sulsel, yang diikuti Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) se-Sulsel. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel, Dr HM Syaiful saleh, Wakil Ketua PWA, Prof Muliyaty Amin, Direktur Ummul Mukminin, Drs Abdul Kadir Arief, Kiai Pondok, KH Jalaluddin sanusi, Kanwil Kementrian Agama Sulsel, Irmawati.

Direktur Ummul Muminin Aisyiyah, Abdul Kadir Arief, mengatakan ponpes Ummul Mukminin telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan baik pada sisi prestasi akademik maupun pretasi ektrakurikuler seperti juara pencat silat tingkat nasional, juara lomba pidato bahasa inggris dan arab, juara baca kitab kuning dan mewakili Sulsel, dan adanya santri yang telah menghafal 30 juz Al Quran.

“Alhamdulillah ini semua berkat kerjasama dan kerja keras selama ini, juga kegigihan Pimpinan Aisyiyah dalam mendorong kemajuan ponpes,” ujarnya.

Kadir melanjutkan, infrastruktur fasilitas Ma’had pun semakin membaik, selain tahfidzul Qur’an yang menampung 50 santri, juga telah  dibangun lapangan olahraga, kantor kegiatan oragnisasi santri, dan kantin OTS.

“Alhamdulillah, baru-baru ini kita juga memperoleh bantuan PUPRRRI senilai 7 milyar untuk pembangunan Rusunawa berlantai 3. Rusunawa ini nantinya untuk menampung patra santri yang memiliki ghirah menghafal Quran dan kemampuan unggulan kepesantrenan lainnya,” pungkasnya.

Sementara Ketua PWA Sulsel, Dr Nurhayati Aziz menambahkan, pembangunan infrastruktur akan terus dilakukan dalam upaya PP Ummul Mukminin yang semakin maju. Upaya seperti branding asrama tahfied, bahasa arab, bahasa inggris, dan Mipa, membangun kerjasama dengan perguruan tinggi, dan kerjasama global melalui jaringan cabang istimewa Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Dikahir acara juga dilakukan pemberian beasiswa pembinaan bagi santri penghafal 30 juz. Kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama Rusunawa.