Belajar dari Krisis dan Kebangkrutan Negara Yunani

KHITTAH.co – Dalam beberapa hari ini banyak berita yang menyebutkan krisis dan kebangkrutan negara Yunani, baik melalui media online maupun media cetak. Pemberitaan terkini tentang kondisi di Yunani memang cukup memprihatinkan. Bagaimanapun kita perlu belajar dan memahami kondisi tersebut untuk menambah wawasan kita di tanah air dan untuk selalu mengingat anugerah Allah SWT yang senantiasa kita harapkan di manapun kita berada, ath’amahum min juu’ wa aamanahum min khouf.

Kondisi Yunani memang sangat menarik kita cermati, dan sayang untuk dilewati. Hitung-hitung sebagai peringatan diri kita secara pribadi, karena pada hakikatnya kita juga masing-masing mengelola sebuah institusi ekonomi, minimal keluarga. Meski tidak berlatar belakang ekonomi, saya mencoba merangkum kondisi dan situasi Yunani, setidaknya dari analisa beberapa para pengamat ekonomi, sahabat-sahabat yang tinggal di Yunani sendiri, plus melihat apa yang menjadi bahasan utama di media akhir-akhir ini.

Yunani adalah sebuah negara kecil di Zona Euro yang berpenduduk sekitar 11 juta jiwa, dengan pendapatan perkapita sekitar $22.000 AS. Dalam literatur-literatur sejarah kita mengenal Yunani sebagai sebuah negeri eksotis yang penuh dengan peradaban, sejak 2200 SM bangsa Minos di Yunani telah mengembangkan berbagai peradaban dalam bentuk tulisan maupun seni dalam rancang bagunan dan sejak 1550 SM bangsa Mycena telah mengembangkan kebudayaan Aegean yang telah mengenal perdagangan antar bangsa, dari perkembagan ini Yunani kuno telah menjelma menjadi sebuah peradaban yang diakui semua peradaban sepanjang zaman. Dalam keanggotaan Euro Union, Yunani hanyalah sebuah negara kecil yang menyumbangkan sekitar 2,6 dari keseluruhan GDP di zona euro, namun mengapa krisis yang melanda yunani ini begitu ditakuti oleh negara lain khususnya negara-negara yang berada di zona euro. Jawabannya tidak lain adalah karena Yunani adalah salah satu anggota Euro Union yang menggunakan mata uang Euro sehingga ketika salah satu negara anggotanya mengalami krisis dapat diperkirakan negara-negara lain khususnya yang menggunakan mata uang Euro akan terkena efek dari krisis ini secara langsung sejalan dengan Domino Effect Theory yang sering digunakan oleh banyak ekonom untuk menggambarkan penyebaran krisis ekonomi di seluruh dunia.

Belakangan setelah berbagai media di seluruh dunia disibukkan dengan peristiwa di Yunani, orang-orang mengetahui bahwa keadaan ekonomi Yunani benar-benar lumpuh, hal ini bisa dilihat dari berbagai aksi demo dan mogok masal yang dilakukan oleh ratusan ribu pekerja dan pegawai pemerintah yang telah mengakibatkan berbagai sektor di Yunani lumpuh total, puncaknya aksi demo dan mogok masal telah menelan 3 koban jiwa yang tebunuh akibat ledakan dan kebakaran yang terjadi di Bank Marfin Athena. Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Yunani ini adalah sebagai bentuk perlawanan terhadap keputusan pemerintah yang telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan sinering terhadap gaji pegawai negeri, menaikkan beberapa jenis pajak, menunda dana pensiun, dan memangkas anggaran militer sebagai upaya meningkatkan cadangan devisa negaranya.

Advertisement