Belajar Islam Indonesia, Rombongan Muslim Australia Sambangi Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah

Foto bersama rombongan Muslim Australia bersama Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel dan Direktur Ponpes Ummul Mukminin.

KHITTAH.CO,Makassar- Rombongan muslim Australia menyambangi pondok pesantren Ummul Mukminin Aisyiyah Sulawesi Selatan. Kunjungan mereka untuk melakukan silaturahim sekaligus study banding dan bertukar pengalaman mengenai Islam di tempatnya masing-masing.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari program kami untuk jalinan persahabatan antara Australia dan Indonesia, khususnya masyarakat muslim. Semua yang terlibat dalam program semuanya muslim dari berbagai negara, sehingga kunjungan ini adalah untuk saling berbagi pengalaman sekaligus untuk megetahui budaya, keragaman dan Islam di Indonesia,” ujar Program Manajer Australia-Indonesia, Rowan Gould, saat diwawancara di Ummul Mukminin, Sabtu (13/5) malam lalu.

Bagi Rowan, antara Australia dan Indonesia penguatan hubungan dan pengertian tentang Islam harus terus dilakukan. Oleh karena itu, bagian dari programnya ini adalah pertukaran tokoh muslim kedua negara.

“Kami mengunjungi banyak tempat di Indonesia, dan kali ini kami bersama rombongan mengunjungi Jakarta, Yogyakarta dan Makassar. Adapun tempat yang didatangi adalah pondok pesantren, kampus Islam, dan pusat-pusat kebudayaan seperti candi dan situs sejarah,” ungkapnya.

Rowan yang merupakan program manajer Australia-Indonesia Muslim Exchange ini sebagai pimpinan rombongan. Bersama dia adalah Prof Abdallah, Dr Dylan, dr Nada, Josephine, Ashraf Naim, Ayan, Jazeer, Natasha, dan Zakia Haque. Mereka diterima Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Dr Nurhayati Azis, M Si, dan Direktur Ponpes Ummul Mukiminin, Abdul Kadir Arif.

“Pengalaman yang luar biasa untuk saya melihat betapa hangat dan baik orang Indonesia dan sangat bermanfaat untuk saya belajar mengenai Islam di Pesantren,” ujar salah satu peserta mengenai kunjungannya di Ummul Mukminin.

Sementara itu, Direktur Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah, Ustd Abdul Kadir Arif, mengaku sangat apresiasi dan menyambut baik kunjungan Muslim Exchange ini karena sangat relevan dengan program pesantren dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Dengan kunjungan teman-teman ini, setidaknya memacu para santriwati untuk lebih semangat lagi dalam pengembangan bahasa asing, karena itu salah satu ciri kami di sini. Melalui kegiatan ini juga membuka kemungkinan bagi kami untuk melakukan hal yang sama ke Australia, kemudian sesuai misi jangka panjang kami, ini dapat menjadi awal untuk mewujudkan pesantren Ummul Mukminin sebagai pesantren bertaraf Internasional,” tutur Kadir Arif.