BEM Kedokteran Unismuh Gelar Pelatihan Jurnalistik Secara Daring

Pelatihan jurnalistik daring BEM FK Unismuh (sumber:ist)

KHITTAH.CO, Makassar – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Pelatihan Jurnalistik secara daring. Kegiatan ini dihelat, Sabtu-Ahad, 11-12 Juli 2020.

Pelatihan yang digelar melalui aplikasi Zoom ini mengusung tema “No Hoax, Become Actual”. Acara dipandu Muh. Sabda Rahmat, Ketua Departemen Pengembangan Minat Dan Bakat BEM FK Unismuh.

Ketua Umum BEM FK Unismuh Imam Legistiawan mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud peneguhan kesadaran kritis mahasiswa, agar peka dan responsif terhadap isu-isu sosial.

“Di tengah pandemi Covid-19, selain harus menyelesaikan berbagai tugas perkuliahan sebagai mahasiswa Kedokteran, kami harus tetap menunjukkan menjaga stamina kesadaran kritis di kalangan mahasiswa. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik,” kata nakhoda BEM FK Unismuh ini.

Beragam materi disajikan dalam penelitian ini, dengan narasumber yang merupakan praktisi media dari berbagai lembaga. Pada hari pertama, 11 Juli 2020, materinya yaitu Kuasa Media dan Digitalisasi (Hadisaputra, Pemimpin Redaksi Khittah.co), Menulis ToR Dan Naskah Berita (Tazzah Nurfalah, Pimpinan Redaksi LPM Corong Unismuh), dan materi Teknik Infografis Dan Bahasa Gambar (Benny Suhardi Wiranata, Layouter Harian Fajar).

Pada hari kedua, dihadirkan materi Kode Etik Jurnalistik (Ahmadi Haruna, wartawan senior), Strategi Publikasi Dan Pathos Penonton (Samsul Rahmat, Content Creator yang juga alumni FK Unismuh Makassar), dan materi Voice Over dan Editing Video (Gede Padmawijaya, Editor Video).

Peserta kegiatan ini merupakan mahasiswa FK Unismuh. Penggunaan aplikasi ZOOM memudahkan mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan dengan free registrasi dan e-sertifikat.

Nur Rahmah Awaliah, mahasiswa FK Unismuh yang menjadi partisipan pelatihan jurnalistik, mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan kreatifitas mahasiswa di bidang jurnalistik.

“Salah satu manfaatnya, kami dilatih membedakan fakta dan hoax. Jadi sebagai mahasiswa FK, kami bukan hanya tahu tentang anatomi dan fisiologi otak saja,” ungkapnya.