Besok, Aisyiyah Akan Resmikan Rumah Singgah Pasien TB-MDR

Rumah Singgah ASA TB-MDR

KHITTAH.CO- Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan akan meresmikan rumah singgah (shelter) ASA pasien TB-MDR atau Tuberculosis Kebal Obat di Jalan Tupai No 126 Makassar, pada Rabu (11/1/2017) besok. Peresmian rumah singgah tersebut akan dilakukan langsung oleh Ketua PWA Sulsel, Dr Nurhayati Azis.

“Secara fisik bangunan sudah siap, dan Rabu besok insyaallah bersama Dinas Kesehatan dan juga KMP TB-MDR selaku pengelola rumah singgah, kita akan melakukan launching sekaligus penggalangan potensi donor untuk pembenahan sarana dan prasarana dari rumah singgah tersebut,” kata Ketua KMP TB-MDR Aisyiyah Sulsel, Aminuddin Beta, Selasa (10/1) di Makassar.

Aminuddin menyampaikan, ke depan melalui rumah singgah ini mereka akan melakukan banyak kegiatan berupa pendampingan, penyuluhan, pemberian bantuan nutrisi kepada pasien serta pelatihan usaha ekonomi produktif sehingga mereka siap kembali ke masyarakat saat sembuh dari penyakitnya.

Advertisement

Ia menambahkan, kapasitas hunian rumah singgah TB-MDR ini sebanyak 30 orang. Rumah singgah juga nantinya selain sebagai tempat untuk aktivitas penyuluhan dan pendampingan, juga akan menjadi tempat singgah bagi pasien dari daerah yang berobat di Rumah Sakit Labuang Baji.

Sementara itu, data pasien TB-MDR yang sementara menjalani pengobatan di Rumah sakit Labuang Baji sudah lebih 100 pasien, dimana saat ini 42 pasien sementara dalam pendampingan 9 pasien supporter Aisyiyah.

Koordinator Program TB Care Aisyiyah, Wahriadi mengatakan, dalam dua tahun terkahir pihaknya menghadirkan pasien supporter untuk mendampingi pengobatan pasien TB-MDR, namun dalam perkembangannya pasien terus bertambah sehingga kahadirannya juga harus ditopang Kelompok Masyarakat Peduli (KMP) yang fokus pada penanggulangan TB-MDR.

“KMP telah terbentuk dan bekerja dalam beberapa bulan ini dengan berupaya membangun kemandirian, dari analisa situasi, pertemuan dengan lintas jejaring, hingga pencarian potensi donor untuk membantu nutrisi pasien dan aktivitas lainnya. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Povinsi, dan alhamdulillah shelter ini akhirnya segara bisa ditempati berkat support dari Dinas,” tuturnya.

Wahriadi pun berharap adanya dukungan berbagai pihak khususnya masyarakat dan pemerintah daerah, pengusaha, maupun elemen lainnya untuk pengembangan KMP TB-MDR dan Rumah Singgah tersebut. (*)