Bupati Luwu Utara Siap Fasilitasi Usaha Tani Pontren Muhammadiyah Balebo

KHITTAH.co, Masamba- Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, menyampaikan kesyukurannya atas kepemilikan lahan luas Pondok Pesantren (Pontren) Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, Luwu Utara.

Hal ini ia sampaikan saat membawakan sambutan dalam Wisuda Tahfidz dan Halal Bi Halal Pondok Pesantren (Pontren) Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, Ahad, 22 Mei 2022.

“Alhamdulillah, berbeda dengan pesantren lainnya, Darul Arqam ini memiliki lahan yang luas. Mungkin ada lebih 10 hektar, ya, Pak. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan lahan ini,” kata Indah.

Ia mengatakan, pihaknya siap menyediakan bibit sawit, bibit ternak, dan bibit ikan. “Kalau mau tanam sayur-mayur, silakan ajukan. Kami pasti akan bantu. Jadi, untuk konsumsi sayur santri di pondok, kita sudah tidak pikir lagi,” ungkap Bupati Indah.

Indah menyampaikan, hal tersebut bukanlah perkara sulit bagi Luwu Utara. Pasalnya, Bumi Lamaranginang ini merupakan daerah yang telah mendapatkan apresiasi dari Kementerian PAN-RB RI atas program “Getar Dilan”-nya.

Bupati menjelaskan, Getar Dilan adalah akronim dari Gerakan Tanam Sayur di Lahan Pekarangan. Program inovasinya itu telah berhasil masuk ke dalam Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2021 Terpuji klaster pemerintah daerah.

Jika hal tersebut bisa dilakukan oleh Pontren, menurut Indah, akan berdampak positif kepada masyarakat sekitar pondok, bahkan lebih luas lagi.

Indah menyebut, sejumlah kerjasama dengan Pontren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo telah dijalankan baik. “Pak Kiai Untung ini mitra kami, apalagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah,” ungkap Indah.

Ia juga mengaku bersyukur karena selama ini, PDM telah banyak bersinergi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. “Kemajuan-kemajuan yang bisa dirasakan di Luwu Utara ini tidak lepas dari peran Muhammadiyah,” tegas Indah.

Pontren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, ujar Indah, telah menjadi pionir berdirinya sejumlah pondok tahfidz baru di Luwu Utara.

Karena itu, Indah mulai berpikir lebih keras untuk pengembangan tahfidz di daerah yang ia pimpin. “Saya sementara cari jalannya bagaimana program yang tadinya 1 desa 1 tahfidz kita tingkatkan menjadi 1 masjid 1 tahfidz,” tutup Indah diiringi tepuk tangan.

(Fikar)