Dua Ciri Pemimpin Visioner (Catatan Jelang Musycab V IMM Kabupaten Bantaeng)

Oleh: Amin (Aktivis IMM Bantaeng)

KHITTAH – Setelah menelaah realitas hari ini, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bantaeng memerlukan pemikiran yang serius dan sistemik. Bayangkan, globalisasi yang melanda setiap lini kehidupan bangsa ini ternyata memberikan dampak serius.

Pemerintah sebagai agent of development belum mampu memberikan solusi ampuh terhadap persoalan tersebut. Demokrasi hanya pada tataran makro, rakyat tidak bisa menikmati makna demokrasi yang sesungguhnya. Berbagai upaya dan terobosan ternyata belum mampu menyelesaikan kemelut dan kebangkrutan bangsa.

Advertisement

Berangkat dari realitas di atas, IMM tidak boleh terlena dengan prestasi sejarah yang telah ditorehkan, akan tetapi inspirasi Trilogi IMM (Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas) hendaknya terealisasi dalam ranah perjuangan diri setiap kader.

Menjadi sebuah keniscayaan bagi IMM sebagai organisasi kaderisasi untuk mewariskan estafet kepemimpinanya. Melalui Musyawarah Cabang V PC IMM Kabupaten Bantaeng merupakan ajang untuk mewariskan tongkat estafet kepemimpinan.

Setiap orang memiliki gaya kepemimpinannya masing- masing dalam memimpin organisasi. Gaya kepemimpinan di tiap organisasi juga memiliki karakteristik khas tersendiri. Setiap organisasi selalu mengalami perubahan situasi, sehingga memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Salah satu gaya yang dinilai efektif untuk diterapkan adalah gaya kepemimpinan visioner.

Tema yang diusung dalam Musycab V IMM Bantaeng, yang akan dihelat pada 23-24 Januari 2021: Meneguhkan Ideologi Ikatan dalam Kepemimpinan Visioner untuk IMM Bantaeng Berkarya. Secara harfiah, istilah visioner sudah cukup popular di publik.

Intinya pemimpin visioner mampu mengantisipasi segala kejadian yang mungkin timbul, mengelola masa depan dan mendorong orang lain untuk berbuat dengan cara-cara yang tepat. Hal itu berarti, pemimpin yang visioner mampu melihat tantangan dan peluang sebelum keduanya terjadi sambil kemudian memposisikan organisasi mencapai tujuan-tujuan terbaiknya. Penulis akan menguraikan dua karakteristik pemimpin visoner tersebut.

Memiliki Visi Masa Depan

Pada landasan kritis, Vehrizal dan Arviyan Arifin dalam “Islamic Leadeship Membangun Super leadership Melalui Kecerdasan Spiritual” mendefinisikan; visionary leadership adalah pemimpin yang memiliki arah dan wujud masa depan yang merupakan gambaran masa depan yang disepakati dengan rasa kebersamaan dan komitmen yang tinggi untuk mewujudkannya.

Maka untuk dapat merumuskan visi yang jelas, kepemimpinan organisasi harus menanyakan hal-hal berikut: apa visi dan tujuan organisasi saat ini, apa manfaat organisasi bagi masyarakat, dan hal-hal apa yang harus dilakukan agar organisasi maju dan berkembang?.

Dengan demikian akan menjadi inspirasi bagi seluruh aktivitas organisasi, baik dalam rapat-rapat, dalam perbincangan, dalam menghadapi segala tantangan dan peluang, dalam program kerja di setiap bidang yang ada.

Mampu Mengawal Perubahan

Perlu diketahui pula bahwa saat ini yang harus ditanamkan; terutama pada kader dan pimpinan IMM, bahwa mengawal perubahan memerlukan kesabaran dan permakluman terhadap berbagai hambatan materil ataupun non materil.

Seringkali didapatkan berbagai kesalahan dan hambatan psikologis di awal-awal perubahan. Pada masa-masa transisi, pemimpin harus bersabar, mendampingi seluruh kader dengan bijaksana, mudah memberi bantuan dan arahan.

Yah, pemimpin yang memiliki visi dan mampu untuk mengartikulasikannya memiliki peranan yang sangat penting dalam organisasi, karena bermutu atau tidaknya suatu organisasi tergantung pada kualitas yang dimiliki oleh pemimpinnya. Selamat bermusycab, selamat memilih Pimpinan IMM yang visioner!