Gandeng Lazismu, Nasyiah Sulbar Sambangi Anak-anak Gizi Buruk

KHITTAH.CO, MAMUJU — Bersama Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sadaqah (Lazismu), Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Barat menyambangi anak-anak penderita gizi buruk di sejumlah tempat di Mamuju.
Salah satu yang mereka kunjungi adalah Henrik. Balita berumur 2 tahun 3 bulan yang tinggal di Dusun Saluleang, Desa Salletto, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju ini mengalami gizi buruk sejak lahir.
Hendrik tinggal di sebuah gubuk kecil berukuran tak lebih dari 3×4 meter bersama dengan ibunya dan juga tiga orang saudaranya. Ibu Hendrik, Rubiana mengatakan, sejak lahir Hendrik memang mengalami sakit dan ia sempat dirawat di RSUD Kabupaten Mamuju selama seminggu. Tapi, pasca dari rumah sakit Hendrik tak mendapat asupan gizi yang baik dan tidak mendapatkan kartu JKN KIS sehingga lama tak mendapat perawatan.
Ironisnya, disaat Hendrik dan ketiga saudaranya sedang mengalami masalah keluarga termasuk masalah gizi, ayahnya Mustari malah meninggalkan mereka dan sampai saat ini belum pernah memberikan nafkah yang cukup untuk Hendrik bersama keluarga.
“Saya pernah bawa ke rumah sakit selama seminggu, sekarang sudah ada kartunya dibuatkan oleh bidan yang sering ke sini,” kata Rubiana saat ditemui, Ahad (23/9) sore.
Rubiana mengatakan tidak berpisah dengan suaminya tetapi sejak lama Mustari meninggalkan mereka dan tidak pernah memberikan nafkah untuk Hendrik dan saudaranya. Dia juga menyebut bahwa perkawinannya tidak tercatat di KUA alias menikah siri.
Pimpinan Wilayah Nasiyahtul Aisyah Provinsi Sulawesi Barat, Idawati Musyawarah mengatakan, pihaknya terpanggil untuk memberikan pendampingan kepada sejumlah balita stunting dan gizi buruk di Mamuju. Hal itu kata dia, menjadi program yang dilaksanakan sebagai amanat dari tanwir di Banjarmasin 2017 lalu.
“Kita punya gerakan national zero stunting yang dicanangkan di tanwir di Banjarmasin tahun lalu,” kata dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Mamuju ini.
Selain Hendrik Nasiyatul Aisyiyah juga tengah mendampingi balita penderita stunting di Kelurahan Simboro Kabupaten Mamuju. Balita tersebut bernama Safarudin. Ia mengalami kurang gizi kronis sejak lahir. Satu orang kakak Saparuddin juga mengalami hal yang sama.
Kehadiran Nasyiatul Aisyiyah kemudian memberikan bantuan berupa paket makanan tambahan, susu dan membantu melakukan pengurusan kartu BPJS untuk dapat berobat ke rumah sakit. Salah satu kakak Saparudin yang kini memasuki usia sekolah dasar rencananya akan di titipkan di Panti Asuhan putri Muhammadiyah Kabupaten Mamuju. (*)
Laporan Harmegi Amin (Citizen Journalism)