HATIta

imagesOleh : Rizal Pauzi  (Penggiat Literasi Maros)

 Perbincangan yang berkatian dengan hati pasti selalu menarik. Bincang soal cinta,etika dan prilaku manusia tak lepas dari istilah hati. Soal asmara, orang selalu menyebut “aku mencintaimu dari lubuk hatiku yang paling dalam“. Cinta yg tulus selalu di identikkan dengan hati. Orang yang berprilaku buruk pun selalu dianggap tak memiliki hati.

Dalam Islam, Rasullah SAW bersabda, “Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati!” (HR. Bukhari dan Muslim)

Istilah hati sebenarnya dikenal secara denotasi dan konotasi, hati secara denotasi merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk membunuh racun dalam tubuh. Tanpa kerja hati yang baik, maka daya tahan tubuh akan berkurang dan akhirnya akan meninggal dunia. Hati dalam definisi konotasi diartikan sebagai sesuatu yang abstrak yang membisikkan kebaikan dan cinta kasih dalam diri manusia.

Sehingga membincang soal hati, maka sudah pasti membincang soal kebaikan. Jika nalar masih bergantung pada rasio yang liar, maka hati selalu membisikkan rasio akan kebaikan. Jadi tentunya orang yang memiliki hati dan kecerdasan akan menjadi pemimpin yang baik bagi apa yang dipimpinnya. Baik itu organ tubuhnya, keluarga, masyarakat maupun rakyat yang dipimpinnya.

Olehnya itu,  pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengedepakan kepemimpinan hati. Dalam konteks Bugis Makassar, untuk menunjukkan kepemilikan dan symbol kesopanan biasanya di akhiri dengan kata –Ta. Seperti bukuTa, handphoneTa, dll. Tentu jika dalam konteks ini untuk menunjukkan kepemilikan hati maka disebut HATIta.

Istilah HATIta tentunya menjadi familiar dalam dunia politik, memilihki sesuai pilihan hati nurani. Atau ikuti kata HATIta, jangan terpengaruh dengan money politik dan kecurangan lainnya. Karena pada intinya pemimpin yang telah berkarya dan terus membawa kemajuan adalah pemimpin yang mengkombinasikan antara kecerdasan nalar dan kata hati. pemimpin yang telah terbukti mensejahterakan dan memajukan sebuah daerah tentu selalu ada di HATIta.