Ikuti Jejak Haedar Nashir, Abdul Mu’ti Raih Gelar Profesor

Sekum PP Muhammadiyah: Muhammadiyah Tidak Pernah Membuat Penyataan Syiah Adalah Aliran dan Paham Sesat
Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

KHITTAH.CO, JAKARTA – Pasca reformasi, salah satu identitas yang melekat di Muhammadiyah adalah tradisi para pimpinan yang sebagian besar bergelar Profesor. Gelar professor ini dianggap lebih cocok disematkan bagi pimpinan Muhammadiyah daripada gelar Kiai, yang lebih populer di kalangan Nahdliyin.

Tak heran jika pencapaian Guru Besar yang diperoleh Haedar Nashir beberapa waktu lalu disambut dengan suka cita oleh warga Muhammadiyah. Salah satu alasannya, karena dianggap peneguhan identitas persyarikatan sebagai Gerakan Ilmu.

Kini kebahagiaan warga Muhammadiyah dilengkapi dengan perolehan gelar Profesor oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Ia meraih jabatan Guru Besar dalam bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Advertisement

Informasi pencapaian gelar Professor Mu’ti tersebut  diperoleh dari foto Surat Keputusan (SK) Mendikbud yang beredar melalui beberapa grup aplikasi percakapan Whats App, Sabtu, 8 Agustus 2020. Dalam SK Kenaikan Jabatan Fungsional yang ditandatangani Mendikbud Nadiem Makariem tersebut, Mu’ti meraih guru besar dengan angka kredit 1.054,50.

Tokoh Muhammadiyah kelahiran 2 September 1968 itu memulai pendidikan dari Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum, Madrasah Tsanawiyah Negeri, dan Madrasah Aliyah Negeri di Kudus. Setelah itu, Mu’ti melanjutkan studinya dan meraih gelar sarjana dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang.

Selanjutnya Mu’ti menuntut ilmu ke Negeri Kanguru, dan mendapatkan gelar master dari School of Education, Flinders University, South Australia. Gelar akademik terakhir yang ia raih adalah doktor di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sejumlah studi nonformal juga pernah ia jalani, di antaranya, kursus pendek di Birmingham University dalam kajian pemerintahan dan syariah serta International Visitor Leadership di Amerika Serikat.

Mu’ti mulai aktif di Muhammadiyah pada 1987. Kala itu, ia pertama kali menjadi anggota dan pimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) komisariat Al-Faruqi IAIN Walisongo. Kiprahnya di Muhammadiyah terus berlanjut. Ia pun ikut menjadi pengurus di Pemuda Muhammadiyah.

Ia dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sejak 2002 hingga 2006 dan melanjutkan estafet kepemimpinan dari nama-nama besar, seperti Din Syamsuddin dan Hajriyanto Thohari.

Tak hanya di Muhammadiyah, Mu’ti juga terlibat dalam organisasi dan lembaga internasional. Ia pernah menjadi anggota Indonesia-United Kingdom Islamic Advisory Group yang dibentuk oleh Presiden SBY dan Perdana Menteri Tony Blair.

Ia juga menjadi anggota Advisory Board the British Council (2006-2009) dan anggota Executive Committee Asian Conference of Religion for Peace (2010-2015). Mu’ti juga ditunjuk sebagai Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) periode 2019-2023.

Sejak Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015, ia didapuk sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah hingga saat ini. Semoga gelar Professor yang diraih dapat memberi manfaat dalam memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta, amin!