IMM Gowa Motivasi Sejumlah Lansia, Janda dan Korban Kekerasan Rumah Tangga

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kabupaten Gowa memotifasi sejumlah janda, lansia, serta ibu korban kekerasan rumah tangga, di Jalan Barukang 3, kecamatan Ujung Tanah, Minggu, (26/03/2018) kemarin

Penanggung jawab kegiatan, Nur Rahmah Aereyna menuturkan, kegiatan itu digelar dalam rangka aksi kemanusiaan atau aksi nyata IMM kepada sesama.

“Kami melakukam penyuluhan yang bernuansa islamic educatif. Itu digalakkan demi memotivasi dan menambah pengetahuan seputar prinsip pergaulan dalam kehidupan keberislaman,” tutur sekertaris bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat PC IMM Gowa itu

Kata Rahma, kegiatan itu diawali dari hasil survei dimana masyarakat yang dianggap sungguh membutuhkan uluran kemanusiaan karena terdapat gejala masyarakat dalam motif sosial seperti adanya sejumlah janda, lansia, korban kekerasan rumah tangga serta anak anak yang sangat perlu diperhatikan.

“Berangkat dari anggapan itu sehingga tim aksi kemanusiaan ini yang berasal dari kerjasama beberapa bidang pimpinan cabang IMM kabupaten Gowa terpanggil secara nurani dan bergegas ke lokasi tersebut untuk melakukan ajang bakti sosial,” ujarnya

Selain memotivasi kata Rahmah, pihaknya juga memberikan donasi berupa pakaian muslimah seperti jilbab, baju gamis muslimah, dan seperangkat peralatan sholat serta sejumlah pakaian yang masih layak pakai.

“Kegiatan ini dilakukan disamping karena faktor program kerja pada bidang kami, juga esensinya adalah sebagai bentuk kontribusi sebagai kader IMM terhadap masyarakat dalam mewujudkan kepekaan sosial yang sejatinya harus senantiasa diasah dan dibangkitkan” tukas Ia.

Selain itu, Nurjannah selaku kordinatior bidang keperempuanan atau Immawati PC IMM Gowa merasa senang dan sangat bersyukur hosa membantu sesama manusia

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini, sangat memberikan feedback positif bagi kami sebagai aktivis pemerhati perempuan. IMM merasa sangat prihatin akan patologi sosial ini karena mayoritas korbannya terdiri dari kaum perempuan dan anak-anak yang notabenenya adalah para ibu rumah tangga” imbuhnya