IMM Makassar Gelar Darul Arqam Madya Tingkat Nasional

KHITTAH.CO, MAKASSAR- Meski situasi pandemi Covid 19 belum reda, namun semangat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar dalam melakukan kaderisasi tak pernah surut.

Hal ini ditunjukkan dengan suksesnya IMM Kota Makassar melaksanakan pembukaan Darul Arqam Madya (DAM) tingkat nasional yang bertempat di Aula Sipakatau, Balai Kota makassar Jumat (12/2/2021).

Advertisement

Pada kesempatan kegiatan pembukaan DAM ini di ikuti oleh ratusan immawan-immawati dari beberapa perwakilan DPD dan pimpinan cabang tingkat nasional.

Selain itu, kegiatan kali ini diikuti sebanyak 52 peserta yang telah menyelesaikan proses seleksi begitu panjang yang sebelumnya diikuti oleh 286 calon peserta dari perwakilan DPD/PC masing-masing.

Kemudian, pada kesempatan kegiatan ini tema yang diangkat pada DAM Nasional ini yakni “Gerakan wasathiyah-berkemajuan, tenun perekat kebangsaan”.

Dalam kegiatan ini, turut hadir ketua DPD IMM Sulsel Abdul Gafur, PDM Kota Makassar Dr. Ir. Ahmad, AC. MM dan perwakilan PJ walikota Makassar Dra.Hj. Sittiara, M.Si.

Ketua PC IMM Kota Makassar Adrian al Fatih dalam sambutannya mengungkapkan bahwa DAM adalah forum perkaderan utama lanjutan di IMM yang orientasi utamanya membangun konstruksi ideal kepemimpinan.

“Dengan internalisasi-massif nilai-nilai utama dalam proses DAM ini, maka diharapkan dari sini lahir ideolog-ideolog muda Muhammadiyah, menjawab problem sosial-kompleks hari ini dan akan menjadi muadzin-muadzin kebangsaan yang baru untuk memastikan rupa cerah ke-indonesiaan kita kedepan,” ungkap Adrian.

Selain itu, ucapan apresiasi juga turut disampaikan oleh DPD IMM Sulsel atas keberhasilan IMM Cabang Kota Makassar melaksanakan perkaderan secara adaptif di tengah Pandemi COVID-19.

Dan tak lupa pula, ayahanda PD Muhammadiyah dan PJ walikota makassar sangat mengapresiasi proses kaderisasi tingkat madya kali ini, karena merupakan upaya pemberdayaan dan melahirkan bibit generasi yang cerah untuk ummat, bangsa dan agama kedepan nya.

Kemudian, turut pula wejangan singkat secara daring dari wakil gubernur Sulawesi Selatan. Dan dilanjutkan dengan pengukuhan salah satu LSO cabang yakni LRPK Paradigma sebagai upaya ijtihad dalam mengembangkan gerakan intelektualisme di komisariat.

Sementara itu Ketua DPP IMM Najih Prasetyo mengatakan, peserta harus senantiasa menjaga ritme dialektis dalam forum, dan tetap mengedepankan asas kebermanfaataan setelah keluar dari forum DAM.

“Hal ini dikarenakan, kusutnya moralitas kepemimpinan Dan semakin akrabnya kita dengan perpecahan mengharuskan kader IMM mesti hadir sebagai resolusi terhadap permasalahan yang Ada dinegeri ini” Tutupnya.

Kegiatan pembukaan DAM Nasional ini di tutup langsung oleh ketua DPP IMM. (Rahmat Ariandi)