Ini Rumusan Khittah Ujung Pandang yang Membuat Muhammadiyah Kukuh Tak Berpolitik Praktis

Logo Muhamamdiyah

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) memastikan bahwa sikap organisasinya dalam Pilpres 2019 tidak akan berubah. Hal itu ditegaskan Ketua Umum PPM, Haedar Nasir, belum lama ini.

“Tidak ada yang berubah dari Muhammadiyah dan tidak akan pernah berubah. Muhammadiyah tetap berdiri dengan kepribadian dan khittahnya,” kata Haedar Nasir dalam Muktamar Pemuda Muhmmadyah ke XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin, 26 November 2018 lalu.

Haedar menjelaskan, yang dimaksud tak ada yang berubah adalah sikap organisasi yang didirikan pada 1912 di Yogyakarta oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan ini.

Muhammadiyah memang pernah terlibat poltik praktis melalui Masyumi. Namun, sejak khittah Ujung Pandang tahun 1971, Muhammadiyah tak pernah lagi terlibat dalam politik praktis hingga saat ini.

Berikut isi khittah Ujung Pandang (1971).

a.Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam yang beramal dalam bidang kehidupan masyarakat dan tidak mempunyai afiliasi dengan partai politik manapun

b.Setiap warga Muhammadiyah, sesuai dengan asasinya dapat / tidak memasuki organisasi lain sepanjang tidak menyimpang dari AD/ART

c.Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah islam setelah pemilu 1971, Muhammadiyah melakukan gerakan amar ma’ruf nahi munkar secara konstruktif dan positif terhadap partai masyumi indonesia

d.Mengamanatkan PP Muhammadiyah untuk menggariskan dan mengambil langkah-langkah dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan mental spiritual.