Inilah Langkah Mewujudkan Indonesia Berdaulat

(Catatan dari Dialog Terbuka IPM Barru dan BEM STKIP Muhammadiyah Barru)

KHITTAH.co, Barru – “Membangun Nalar Sense of Critical Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa dalam Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat”. Itulah tema Dialog Terbuka yang diangkaikan dengan Pelantikan dan Rapat Kerja BEM STKIP Muhammadiyah Barru, beberapa hari lalu, di Kampus STKIP Muhammadiyah Barru.

Tiga orang narasumber yang dihadirkan yaitu, Anggota DPD RI Dr. Ir. H. Azis Qahar Muzakkar, Ketua STKIP Muhammadiyah Barru Dr. A. Fiptar Abdi Alam, M.Si, dan Sekretaris PD Muhammadiyah Barru Arham Djauharuddin SIP., MM., yang juga Ketua KNPI Barru.

Dalam pemaparannya, Azis Qahar mengutip salah satu kalimat dalam Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan campur tangan Allah dalam kemerdekaan Indonesia. “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya,” demikian kutipan dari pembukaan UUD 1945.

“Artinya warga negara indonesia setelah merdeka, harus hidup secara beradab dan berkehidupan, serta menikmati hasil kemerdekaannya tanpa intevensi pihak luar. Oleh karena itu, pemuda harus mengambil peran dan berkonstribusi secara baik untuk Bangsa,” tegas senator DPD RI ini.

Ketua STKIP Muhammadiyah Barru Dr. A. Fiptar Abdi Alam mengapresiasi sinergi yang dilakukan oleh BEM dan IPM Barru. Menurutnya, sinergi ini penting karena pemuda, pelajar dan mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang akan mewarisi kepemimpinan di masa yang akan datang.

Ia juga memberikan hadiah kepada tiga siswa yang mampu menjawab kuis dari pemateri berupa Beasiswa, serta bebas biaya pendaftaran dan biaya pembangunan di STKIP Muhammadiyah Barru.

Sedangkan Arham Djauharuddin lebih banyak menguraikan peran yang mesti dilakoni oleh pelajar dan mahasiswa. Menurutnya, langkah terbaik yang harus dilakukan pemuda saat sekarang adalah menjadi agen perubahan, secara konstruktif, inovatif, dan kreatif.

Selain itu, pelajar dan mahasiswa juga hendaknya berperan sebagai agen sosial kontrol, yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai etika dan moral. “Sepertinya memang perlu ada perumusan strategi ini yang sesuai nilai ideal kita. Kedepan, persatuan antara pemuda, pelajar dan mahasiswa merupakan benteng teguh masa depan bangsa,” urai mantan Ketua Umum PC IMM Kota Makassar ini.