Inilah Profil Muhammad Solihin, Kader Sulsel yang lolos Formatur DPP IMM

mu sol
Muhammad Solihin S
ADVERTISEMENT

KHITTAH.co- Salah seorang kader Sulsel, Muhammad Solihin, lolos sebagai formatur 13 Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), pada Muktamar IMM XVII di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, 24-28 Mei 2016 lalu.

Muhammad solihin yang merupakan alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar berhasil lolos formatur 13 setelah memperoleh 259 suara dan menempati urutan ke 13 dari 35 calon formatur hasil rekomendasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM se-Indonesia.

Forum tertinggi IMM secara nasional yang bertemakan “Menduniakan gerakan, luruskan kiblat bangsa, dan cita-cita menuju Indonesia berkemajuan” ini, diikuti sekitar seribuan kader IMM se-Indonesia, menghasilkan Formatur 13 terpilih setelah dilakukan pemilihan yang langsung diikuti dengan perhitungan suara secara e-voting.

Ke-13 formatur terpilih sesuai urutannya adalah Husin Alfattah (510 suara), Qahfi Romula Siregar total (459 suara), Amirullah (388 suara), M Abdan Syakura (384 suara), Ratu Syaila (379 suara), Eka Fitra (364 suara), Taufan Putra Revolusi Korompot (359 suara), Ela Nofita Sari (344 suara), Marno (342 suara), Kadarisman (333 suara), Ali Muthahirin (304 suara), Imam Mahdi(301 suara), M Solihin (259 suara).

Muhammad Solihin, yang dihubungi pada Senin (30/50), mengaku bersama pimpinan yang baru terpilih, belum banyak yang dapat ia janjikan untuk progres IMM ke depan, apalagi struktur DPP belum terbentuk secara utuh. Namun, dirinya tetap optimis kepemimpinan nasional DPP IMM ke depan akan tetap menjadi lebih dinamis.

Kader Intelektual yang berproses dari bawah

Muhammad Solihin yang merupakan satu-satunya kader Sulsel yang terpilih sebagai formatur DPP IMM 2016-2018 adalah kader yang memulai proses dari bawah. Dia dikenal sebagai aktivis yang aktif menggerakkan tradisi intelektual di kalangan kader IMM di Sulsel, serta banyak mewarnai pemikiran kader-kader muda IMM. Ia merupakan penggagas Majelis Taurat, sebuah komunitas kajian mahasiswa di kota Makassar, serta kepala pertama Sekolah Paradigma IMM kota Makassar.

Selama aktif di IMM sejak kuliah S-1 di kampus merah Unhas Makassar, Solihin pernah diamanahi sebagai Ketua Komisariat Fakultas Hukum Unhas, kemudian sebagai Ketua Korkom Unhas (2010), Ketua Bidang Keilmuan PC IMM Kota Makassar (2010-2011), dan selanjutnya Ketua Bidang Hikmah DPD IMM Sulsel (2012-2014).

Sementara proses kaderisasi Solihin yang juga pernah aktif di Tapak suci Putra Muhammadiyah ini, mengikuti Darul Arqam Dasar (DAD) di Unhas, Darul Arqam Madya (DAM) Ciputat, serta Darul Arqam Paripurna (DAP) di Kendari Sulawesi Tenggara pada tahun 2014. Proses tersebut telah mematangkannya sehingga forum Muktamar IMM memilihnya sebagai sebagai salah satu formatur DPP IMM periode 2016-2018.

Muktamar sendiri telah menetapkan Taufan Putra Revolusi Korompot sebagai ketua umum DPP IMM 2016-2018 serta Ali Muthahirin sebagai sekretaris jenderal. Selanjutnya ke-13 formatur terpilih diberi waktu selama dua pekan untuk membentuk struktur Badan Pimpinan Harian Dewan Pimpinan Pusat IMM periode 2016-2018. (kr)