IPM Milad ke-55 Hastag #TerimaKasihIPM Ramai di Medsos

IPM 55
Logo Milad ke 55 Tahun Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)

KHITTAH.co- Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) hari ini berulang tahun atau Milad yang ke-55 dan mendapat banyak ucapan melalui media sosial, Facebook, Twitter, Instagram dan yang lain.

Di Twitter tanda pagar, hastag #TerimaKasihIPM bahkan kini masuk menjadi trending topic untuk Indonesia. Sejumlah kalangan khususnya para tokoh, baik yang pernah dikader maupun yang turut merasakan kehadiran kader IPM beramai-ramai memberikan ucapan selamat ulang tahun.

Mereka mendoakan agar pada usia ke-55, IPM dapat terus mencipta kader-kader berkualitas serta istiqomah dalam dakwah penjadi pencerah kaum pelajar di Indonesia. Diantara twitt yang populer itu ada Budiman Sudjatmiko @budimandjatmiko, “#TerimakasihIPM yang adalah organisasi serius pertama yang saya ikuti dalam hidup.Dalam tubuhnya saya ketemu senior-senior yang visioner.”

Kemudian salah satu mantan ketua IPM yang kini sebagai Sekjend PSI, Raja Juli Antoni @AntoniRaja, “IPM adalah sekolah sebenarnya. Saya mengerti ilmu dan dunia di sekolah ini. #TerimakasihIPM.”

Sementara itu, di instagram @ppipm yang dikelola oleh Pimpinan Pusat IPM juga banjir ucapan yang disertai gambar dengan hasteg #TerimakasihIPM. .

Begitupun di Facebook, sejumlah kader baik yang masih aktif maupun alumni menampilkan foto profil dengan bingkai khusus dengan kalimat Terima Kasih IPM.

Sementara untuk kegiatan Milad, di Sulsel, Ketua PW IPM Sulsel Rahmawati Idrus, melaporkan bahwa pihaknya menyambut milad yang ke 55 ini dengan Gerakan “Safety Area Makassarku Tidak Rantasa” di anjungan Pantai Losari Makassar. Menurutnya, hal ini dilakukan sebagai bukti kepedulian pelajar dalam memperhatikan lingkungan.

IPM merupakan organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah yang berbasis kaum pelajar, yang berdiri pada 18 Juli 1961. Kehadiran IPM sebagai organisasi para pelajar adalah untuk mewujudkan misi Muhammadiyah dan ingin tampil sebagai pelopor, pelangsung penyempurna perjuangan Muhammadiyah.

Dalam perjalanannya, IPM sempat berganti nama menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) pada tahun 1992, dikarenakan kabijakan pemerintah orde baru yang pada waktu mengeluarkan kebijakan bahwa satu-satunya organisai di sekolah adalah OSIS. Namun, setelah runtuhnya orde baru dan bergulirnya reformasi, isu pengembalian nama IPM kembali mencuat dan akhirnya secara resmi kembali menggunakan nama tersebut pada tanggal 28 Oktober 2008 di Solo, jawa Tengah.