Jawaban Kapolri Atas Permintaan Penangguhan Penahanan Kader IMM

DPP IMM bersama Kapolri di Mabes Polri, Kamis (6/4/2017). Foto : DPP IMM

KHITTAH.CO– Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menemui Jenderal Polisi Tito Karnavian di Kantor Markas Besar (Mabes) POLRI, Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017) kemarin.

Kedatangan DPP IMM adalah untuk menyampaikan langsung pandangannya tentang masa depan demokrasi di Indonesia, proses penegakan hukum yang berkeadilan, isu radikalisme dan terorisme serta isu makar yang belakangan kian hangat dan ditimpakan kepada beberapa kader IMM.

Di depan Kapolri, Ketua Umum DPP IMM, Taufan Putrev Korompot mengemukakan bahwa organisasi yang dipimpiannya merupakan kekuatan civil society. Olehnya ia menegaskan, bahwa IMM bersama dengan elemen bangsa lainnya, termasuk pemerintah dan Polri untuk selalu komitmen dalam menjaga wajah demokrasi di Indonesia yang berkeadilan, mempersatukan, dan mensejahterakan, serta menjaga NKRI, pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.

Menyangsikan Tudingan Makar

Sebagai gerakan kemahasiswaan dengan nalar kritisnya, melalui kesempatan tersebut, DPP IMM juga mengungkit sikap Polri atas tudingan tindakan makar yang dialamatkan ke beberapa kader IMM. Menurut Taufan, jikapun ada kader IMM yang terlibat ikut aksi demonstrasi bersama umat, itu merupakan sikap kritis sebagai seorang intelektual, tidak sampai pada tindakan ingin makar terhadap Negara.

“Permintaan kami pada Kapolri kiranya bisa memberikan penangguhan penahanan terhadap salah satu kader kami yang sekarang masih ditahan, ini atas nama kemanusiaan,” pinta Taufan yang didampingi beberapa pimpinan DPP IMM lainnya.

Menanggapi permintaan IMM, Kapolri Tito Karnavian, tidak memberikan jawaban secara spesifik. Namun, ia tetap meminta IMM untuk bersurat secara kelembagaan pada kepolisian terkait permintaan penagguhan penahanan tersebut.

“Silahkan disurati atau konferensi pers,” jelasnya.

Kapolri juga mengungkapkan harapan besarnya pada IMM sebagai kelompok intelektual di Muhammadiyah.

“Sebagai underbow-nya Muhammadiyah, IMM tidak hanya sebagai ORMAS tapi seperti Muhammadiyah merupakan pendiri NKRI. Jadi IMM harus terus menjaga NKRI, Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika,” pesan Tito yang didampingi Kadiv Humas Mabes Polri, Boy Rafly.

“Kami juga mendukung kegiatan-kegiatan IMM, dan jika diminta insyaallah akan siap menjadi pembicara dikegiatan IMM,” tambah Tito.