Kemajuan Harus dimiliki Muhammadiyah Secara Utuh, Tidak Sekadar Simbol


KHITTAH.CO, Makassar- Muhammadiyah ke depan harus lebih maju dan berkembang, tidak sekadar simbol tapi action. Demikian penegasan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, pada kegiatan Pelatihan Mujahid Cyber Progresif Muhammadiyah Sulsel, di Hotel Sultan Alauddin Makassar.

Menurut Ambo Asse, semua kemajuan pada hakikatnya ada di Muhammadiyah, karena sejak dulu organisasi berlambang matahari terbit itu telah dikenal sebagai organisasi modern, gerakan tajdid, dan punya slogan Islam berkemajuan.  “Kemajuan harus dimiliki Muhammadiyah secara utuh, tidak simbol dan slogan tapi aksi,” tegasnya.

Ambo mengakui memang terjadi kelambanan dalam respons Muhammadiyah atas metode dakwah yang kini telah bergeser. Namun, ia menganggap bahwa Muhammadiyah tidaklah terlambat. Guru besar di UIN Alauddin Makassar itu menilai, hadirnya Majelis Pustaka dan Informasi dengan segala aktivitasnya telah menjawab semua itu.

“Kita hanya perlu mengembangkan lagi, lebih maju lagi dan bersiap menegemban amanah informasi yang benar. Syiar dakwah juga kita divirtualkan dalam rangka revolusi industri 4.0,” tukasnya.

Ambo menambahkan, bahwa ia juga bersyukur MPI Sulsel semakin maju dan aktif sebagai corong informasi Islam progresif Muhammadiyah. “Acuan kader Muhammadiyah dalam mengelola informasi adalah Islam progresif, yaitu ia selalu ada gerakan untuk maju, ia selalu mengedepankan tabayyun dan tidak terjebak hoaks, serta ia senantiasa mengembangkan ilmu dan skil,” jelasnya.

Pelatihan Mujahid Cyber Progresif Muhammadiyah Sulsel ini diikuti 62 peserta dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Perwakilan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) se-Sulsel. Kegiatan yang menekankan penguasaan dan cara pengelolan media informasi untuk dakwah ini berlangsung dua hari, 5-6 Januari 2019.