Khutbah Jumat Seragam Belum Dipatuhi Mubalig

KHIkamarTTAH.co— Instruksi untuk para khatib agar menyampaikan khutbah jumat seragam di seluruh masjid se Sulawesi Selatan oleh Kepala kantor Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Tahir yang dimulai pada Jumat (08/01/2016) hari ini, tak semua dipatuhi oleh muballig.

Di Masjid Al Amien Kelurahan Bira Kecamatan Biringkanayya kota Makassar misalnya, khatib jumat justru menyampaikan khutbah berjudul Refleksi Awal tahun, Kajian Surah Al Hasyar ayat 18.

Kenyataan tersebut menunjukkan khutbah  seragam yang diinstruksikan Wahid Tahir berjudul Membangun Optimisme Umat Menuju Masyarakat yang Sejahtera, Maju, dan Damai, sebagaimana disiapkan Kakanwil Kemenag Sulsel dan sudah disebar ke 24 kantor kemenag se-Sulsel melalui http://sulsel.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=35131.

“Kita tahu bahwa ada intruksi Pak Kakanwil Kemenag Sulsel itu. Tapi dari tema yang diberikan saya merasa bahwa tema tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Jadi saya sampaikan saja materi khutbah sesuai yang sudah saya siapkan,” kata Kamaruddin yang menjadi khatib di Masjid Al Amien Biringkanayya, jumatan tadi.

Kamaruddin yang juga pengurus Pemuda Muhammadiyah kota Makassar ini mengatakan, bahwa ia juga tak menjalankan tema tersebut kerana sosialisasinya yang kurang efektif.
“Kami terus terang baru mendapatkan informasi kemarin malam, itupun melalui pemberintaan di media online. Materi khutbah seragam yang juga telah disebarkan Kakanwil Kemenag Sulsel melalui website kemenag sulit kami unduh,” tambah Kamruddin.

Sebelumnya, Kanwil Agama Sulsel, Wahid Tahir menjelaskan bahwa penyeragaman khutbah jumat itu terkait pergantian tahun dari 2015 ke 2016. Isi khutbah dimaksud membahas tentang muhasabah yang mengulas tentangpaham radikalisme. (*)