Kiai Dahlan Berpoligami, Ini Sikap Nyai Walidah

ADVERTISEMENT

KHITTAH.coMeski Kiai Haji Ahmad Dahlan berpoligami dengan alasan dakwah, sebagai seorang manusia biasa Nyai Walidah tentu saja tetap menyimpan rasa tidak nyaman.

Cucu Kiai Dahlan, Siti Zubaidah (dalam Widiyastuti, 2010) mengisahkan, suatu saat Kiai Dahlan menyuruh putranya, R. Dhuri, untuk mencari anak dari istrinya yang di Cianjur, Nyai Aisyah. Namun karena ketidaktahuan R. Dhuri, bukan hanya putrinya Dandanah yang dibawa pulang, namun Nyai Aisyah juga diajak ke Yogyakarta.

Hal ini tidak sesuai dengan perintah Kiai Dahlan, yang hanya meminta R. Dhuri membawa pulang anaknya. Alhasil, Nyai Aisyah ditempatkan di rumah sederhana tidak jauh dari rumah Kiai Dahlan. Ketika Nyai Ahmad Dahlan mengetahui bahwa Aisyah juga ikut ke Yogyakarta, beliau tidak bisa menahan rasa kesalnya. Kiai Dahlan sangat memahami kekesalan tersebut, sehingga beliau menyuruh Nyai Aisyah untuk kembali ke Cianjur.

Kiai Dahlan tetap menghargai posisi Nyai Walidah sebagai istri tertua, yang mendampinginya selama berjuang mendirikan dan mengembangkan Muhammadiyah. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah menempatkan istri-istrinya dalam satu rumah di Kauman. Nyai Abdullah tetap berada di Namburan, Nyai Aisyah tetap berada di Cianjur, dan Nyai Rum tetap bertempat tinggal di Krapyak.

Hal unik dari pernikahan poligami Kiai Dahlan, sebagaimana diceritakan Siti Hadiroh, cicit Kiai Dahlan (dalam Widiyastuti, 2010), semua anak dari hasil pernikahan setelah Nyai Walidah, tetap dirawat oleh Nyai Walidah. Dari empat orang istri Ahmad Dahlan, hanya tiga orang yang memberikan keturunan, yaitu Siti Walidah (Nyai Ahmad Dahlan), Raden Ayu Windyaningrum (Nyai Abdullah), dan Aisyah.

Raden Ayu Windyaningrum dinikahi dalam usia 16 tahun, setelah menjadi janda di usia 15 tahun.  Sedangkan Aisyah dinikahi Kiai Dahlan dalam usia yang masih sangat muda yaitu 15 tahun. Nyai Ahmad Dahlan sangat menyadari bahwa di usia yang masih sangat muda itu tentunya mereka tidak akan bisa optimal dalam mendidik anak-anaknya.

Oleh karena itu, kedua anak hasil pernikahan Kiai Dahlan dengan Raden Ayu Windyaningrum dan Aisyah akhirnya dirawat oleh Nyai Ahmad Dahlan. Demikian perhatiannya Nyai Ahmad Dahlan kepada anak-anak itu, sampai mereka tidak tahu kalau ibu yang selama ini mengasuhnya bukan ibu kandungnya.

(Baca juga: Inilah Kisah Poligami Kiai Ahmad Dahlan)

Sumber: Booklet Kiai Haji Ahmad Dahlan