Komik “Bengkel Buya” Pesan Kehidupan Syafii Maarif Diluncurkan

Bengkel Buya
Peluncuran Komik “Bengkel Buya” di Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta (Senin/29/08). Foto: KHITTAH.CO)

KHITTAH.CO– Persoalan mendasar dari pendidikan bangsa Indonesia, salah satunya adalah rendahnya budaya literasi. Tradisi membaca sebagai tradisi tulis dan juga mendongeng sebagai tradisi lisan, pelan-pelan mulai memudar. Hal inilah yang menjadi dasar MAARIF Institute menghadirkan program popularisasi gagasan Buya Syafii Maarif dalam bentuk komik esay berjudul “Bengkel Buya; belajar dari kearifan wong cilik”. Komik ini resmi diluncurkan di Madrasah Muallimin Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (29/8) kemarin.

Kehadiran komik ini, Kata Dirktur program MAARIF Institute, Muhd Abdullah Darraz adalah salah satu cara untuk mensiasati rendahnya buadaya literasi itu dengan upaya popularisasi bentuk bacaan dalam bentuk yang tidak teks saja, namun ditransformasikn melalaui gaya gambar visual seperti komik atau kartun. “Melalui itu, kita berharap akan memeperluas pasar pembaca dan sekaligus meningkatkan minat baca dan belajar masyarakat kita,” ujarnya.

Darraz menambahkan, komik ini diterbitkan bersama Penerbit Mizan pada April 2016 lalu, namun batru diluncurkan bulan ini dengan memilih tempat di Yogyakarta sebagai latar dalam kehidupan keseharian Buya. “Komik ini merupakan upaya untuk memvisualisasi pesan-pesan tentang kemanusiaan universal ke dalam bentuk komik. Isinya diangkat dari gagasan Buya Sayafii yang tersebar ke dalam benyak artikel dan esay Buya di Republika dan Kompas,” terang Darraz.

Dalam peluncuran komik ini, Buya Syafii Maarif yang hadir memberikan sambutan, menekankan pentingnya mendorong budaya baca khususnya di kalangan anak muda. “Membaca akan memperluas radius pemgetahuan dan pergaulan, sehingga itu akan menjadi modal penting dalam kehidupan berbangsa di tengah situasi global,” ujar Buya. (kr)

Sementara itu, Direktur muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Aly Aulia, mengakun sangat menyambut baik hadirnya komik tersebut. “Melalui bahasa visual, teladan dan nilai yang diajarkan oleh Buya akan menjadi lebih terinternalisasi bagi bagi anak muda dan kaum palajar. Hal ini sejalan dengan visi Muallimin sebagai sekolah kader untuk mencetak ulama, pemimpin dan pendidik,”jelasnya.

Seusai pelncuran komik Buya, acara diisi dengan bincang komik yang menghadirkan narasumber, Beng Rahadian, komikus sekalgus tim kreatif komik Bengkel Buya, serta Wisnu Nugraha, Pemred Kompas.com.