KPU Enrekang Gelar FGD Evaluasi Pemilu 2019

KHITTAH.CO, Enrekang — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi proses pelaksanaan Pemilu pada bulan April 2019 lalu.

FGD dengan tema “Evaluasi Pemilu 2019: Strategi Menuju Pemilu Yang Lebih Baik” dilaksanakan di Ideologi Cafe, Jl. H.O.S. Cokromaninoto, Enrekang, Rabu (27/11/2019).

Peserta FGD adalah para stakeholders antara lain dari Partai Politik, Polres Enrekang, Bawaslu Kab. Enrekang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Enrekang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Enrekang, LSM SPAK (Saya Perempuan Anti Korupsi).

Hadir juga dari kalangan akademisi yakni selaku Wakil Ketua III STKIP Muhammadiyah Enrekang, Saidang dan Ketua BEM STKIP Muhammadiyah Enrekang, Dedi Setiawan, perwakilan dari Organisasi Kemasyarakat dan Pemuda (OKP) tingkat Kabupaten Enrekang serta komisioner dan staf KPU Kabupaten Enrekang.

Dalam sambutannya, Haslipa selaku Ketua KPU Kabupaten Enrekang mengatakan, FGD ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaring masukan dari semua pihak terkait pelaksanaan Pemilu 2019.

“FGD ini sengaja kami rancang sebagai wadah untuk menjaring informasi dari para stakeholders. Oleh karenanya kami sangat menantikan saran yang sifatnya konstruktif dari para peserta sebagai modal mempersiapkan Pemilu yang lebih baik di masa yang akan datang,” ucapnya.

Oleh karenanya, hasil FGD ini nantinya akan digunakan sebagai dasar bagi KPU Kabupaten Enrekang untuk menyusun program-program strategi menyongsong Pilkada maupun Pemilu 2024, lanjut Haslipa.

Sementara itu, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Baharuddin mengatakan forum FGD akan mendiskusikan beberapa sub pokok bahasan melalui kelompok-kelompok kecil.

Sub pokok bahasan yang dimaksud yakni terkait partisipasi masyarakat dan perekrutan tenaga ad hoc, data pemilu, permasalahan teknis dan logistik hingga pelanggaran dan pengawasan, ujar Baharuddin secara spesifik.

Kegiatan FGD yang berlangsung sekitar 3 jam menghasilkan beberapa rekomendasi dari para peserta. Diantaranya, perlunya memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas proses Pemilu.

Disamping itu dapat digunakan sebagai media untuk memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Selanjutnya, pentingnya penguatan karakter melalui pendidikan politik bagi masyarakat akar rumput, sebagaimana yang direkomedasikan oleh LSM-SPAK.