Langkah Muhammadiyah Sulsel Menyiapkan Kader Ulama

KHITTAH.co – Salah satu persoalan yang dirasakan oleh gerakan Muhammadiyah di akar rumput adalah kelangkaan Ulama. Betapa tidak, berkembangnya jumlah Amal Usaha Muhammadiyah juga berkorelasi dengan semakin besarnya jamaah yang memerlukan pembinaan keagamaan.

Menurut Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Dr. H. Muhammad Alwi Uddin, dalam mengantisipasi kelangkaan kader ulama Muhammadiyah Sulsel telah menempuh beberapa langkah.

Advertisement

Pertama, meningkatkan pembinaan Pondok Pesantren “Darul Argam” Muhammadiyah, Gombara Makassar dan pesantren lainnya yang ada di daerah-daerah.

Kedua, membuka Program Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Ketiga, mengirim kader-kader Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk mengikuti Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta, maupun di Pondok Hajjah Nurriyah Sobron Universitas Muhammadiyah Surakarta Jawa Tengah.

Ketiga model tersebut di atas, saat ini sudah mulai menampakkan hasil, walaupun masih terbatas dan belum begitu terasa. Hanya saja kecenderungan kader dan minat warga Muhammadiyah menyekolahkan anaknya di lembaga-lembaga ini sangat minim.

Diperlukan langkah strategis untuk meningkatkan minat untuk masuk di sekolah ulama tersebut, misalnya pengangkatan alumni sekolah tersebut pada amal usaha Muhammadiyah. Untuk hal ini, perlu memang ada regulasi yang mengatur agar menjadi pedoman di seluruh level kepemimpinan.

Demikian pandangan Alwi Uddin dalam bukunya “Problematika Gerakan Dakwah Muhammadiyah di Sulawesi Selatan” (2013: 211-212).