LHKP Muhammadiyah Makassar: Kebaikan Politik Hanya Ada Jika Disertai Dengan Agama

KHITTAH.CO, Makassar – Islam memahami politik tidak sebatas lembaga pemerintahan. Tetapi juga kultur politik secara luas yang menyangkut segala kemaslahatan umat dalam bidang kehidupan secara umum serta hubungan masyarakat sipil dengan lembaga kekuasaan.

Hal itu disampaikan Ustadz Sudirman, selaku narasumber “islam dan politik” yang digelar LHKP Muhammadiyah Makassar, Sabtu (13/01/2021).

Ia mengingatkan agar tidak salah dalam memandang politik, meski saat ini muncul anggapan abahwa politik adalah hal buruk dan kotor.

“Tujuan politik dalam Islam dijelaskan dalam QS. Asy-Syura ayat (13) dan QS. Al-Baqarah ayat (208). Yang secara tegas diartikan sebagai perintah menegakkan agama melalui politik suci dan bersih serta memperbarui pemahaman politik dengan fokus mencari karunia dan ridho Allah SWT,” ungkapnya.

Sudirman menambahkan, hakikat politik Islam harus dilihat dari pengertian menurut lugha, istilah, dan kaitan antara islam dan politik.

Pengertian menurut lugha, politik berasal dari bahasa arab yakni Siyasah. Dalam Al-Muhith, siyasah berakar kata menjadi sasa – yasusu yang artinya mengurus, melatih, dan mendidik. Kata siyasah ini diterapkan dalam pengurusan dan pelatihan gembalaan. Kemudian kata ini digunakan dalam pengurusan urusan-urusan manusia. Sehingga pelaku pengurusan tersebut dinamakan politikus (Siyasiyun). Dalam kenyataannya, ulil amri haruslah mengurusi (yasusu) rakyatnya, mengatur dan menjaganya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Politik merupakan pemeliharaan (ri’ayah), perbaikan (ishlah), pelurusan (taqwim), pemberian arah petunjuk (irsyad), dan pendidikan (ta’dib).

Selain itu, terdapat beberapa pendapat terkait pengertian politik menurut fiqih islam. Salah satunya, hanafiyah yang berpendapat bahwa politik merupakan upaya pengurusan umat untuk mendorong kemaslahatan makhluk dengan memberikan petunjuk dan jalan yang menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat.

“Islam dan politik tidak bisa dipisahkan. Bahkan, tidak akan ada kebaikan jika politik tidak disertai dengan nilai agama,” pungkas Ustadz Sudirman.