Mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Budaya Unhas Bakti Sosial di Panti Asuhan

Mahasiswa S2 Fakultas Ilmu Budaya Unhas Baksos ke Panti Asuhan

KHITTAH.CO, MAKASSAR– Mahasiswa Program Magister (S2) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan kunjungan ke Panti Asuhan Nurul Ichsan, Jl Batua Raya, Makassar. Kunjungan tersebut dalam rangka bakti sosial (baksos) akhir semester tahun ajaran 2017/2018 yang juga bertepatan momentum bulan Ramadan.

Kujungan baksos mahasiswa yang berasal dari tiga program studi (prodi) S2 ini, didampingi oleh masing-masing ketua program studi, yakni ketua Prodi Linguistik, Dr Ery Iswari, M. Hum., Ketua Prodi Bahasa Indonesia, Dr Asriani Abbas, M. Hum., dan Ketua Prodi S-2 Bahasa Inggris, Dr Harlina Sahib, M. Hum.

Ketua Prodi Linguistik, Dr Ery Iswari mengatakan, bakti sosial merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Fakultas Ilmu Budaya Unhas setiap tahun. Hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama serta pengabdian kepada masyarakat.

“Tahun ini kita memilih Panti Asuhan Nurul Ichsan. Kami berharap bantuan ini diterima dan bermanfaat bagi anak asuh di panti ini,” kata Ery, dalam serah terima paket bantuan kepada pengelola panti, Jum’at (25/5/2018).

Ketua Prodi Bahasa Indonesia, Dr Asriani Abbas, menambahkan, bantuan yang diberikan dari hasil sumbangsih mahasiswa dan ketua prodi untuk dapat digunakan bagi keberlangsungan dan kebaikan panti. Bantuan tersebut berupa sembako, pakaian jadi, dan uang santunan.

“Kami harap, jangan dilihat dari jumlahnya, tapi niat dan keikhlasan,” ucapnya.

Ketua panti asuhan Nurul Ichsan, Norma, sesaat setelah serah terima paket bantuan menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan serta bantuan yang disalurkan.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan partisipasi untuk membantu panti Nurul Ichsan ini,” ujarnya.

Menurut Norma, saat ini jumlah anak di panti asuhan yang dikelolanya sebanyak 35 orang, dengan 20 diantaranya perempuan dan 15 laki-laki.

“Ini ada yang masih balita, ada yang duduk di bangku SD, SMP, SMA, dan ada yang sudah kuliah,” ungkapnya.

Mengenai biaya kebutuhan sehari hari, Norma menyebut panti asuhan menggunakan biaya yang bersumber dari bantuan dan partisipasi masyarakat, juga dari Dinas Sosial.