Muhammadiyah Gagas Fikih Difabel

Foto: (Muhammadiyah.or.id)

KHITTAH.CO, JOGYAKARTA —  Mengacu pada tanfidz keputasan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015, tentang program bidang tarjih dan tajdid dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah selenggarakan Workshop Fikih Difabel pada Ahad, 2 Desember 2018 di Aula Masjid Islamic Center Ahmad Dahlan, Universtas Ahmad Dahlan (UAD).

Mentasbihkan sebagai persyarikatan berslogan Islam Berkemajuan, Muhammadiyah memiliki tiga kekuatan utama, ucap KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningratan, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

“Pertama, kerangka ideologi sebagai pembawa Islam wasathiyah kokoh. Kedua, desain organisasi terdiri dari orang-orang modern. Serta yang ketiga pimpinan dan kader-kadernya mempunyai etos kerja dan beramal untuk kemaslahatan,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, Muhammadiyah harusnya memiliki kecakapan dalam mengikuti perkembangan dan kemajuan zaman.

“Ideologinya selalu reform, modern dan selalu memperbaharui diri sehingga bersifat kekinian dan selalu relevan dengan keadaan,” tambahnya

Sebagai langkah konkrit, Muhammadiyah dituntut lebih perhatian terhadap kelompok rentan difabel yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam sebagai asas gerakan.

Maka diperlukan suatu pedoman yang memuat pendangan Islam terhadap disabilitas melalui perumusan fikih difabel.

Workshop yang diselenggarakan bertujuan untuk mendapatkan bahan-bahan awal terkait fiqih difabel. Kemudian dalam acara ini menghadirkan M Amin Abdullah (Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta), Muhammad Abdul Fattah Santso (Majelis Tarjih PP Muhammadiyah), Nuning Suryatiningsih (Center for Impoving Qualified Activity in Live of Peopele with Disability ‘CIQAL’). (Muhammadiyah.or.id)