Mukhtar Tompo Suarakan ‘Blok Karaengta’ di Sidang Paripurna DPR-RI

Mukhtar 1
Mukhtar Tompo membacakan Pandangan Fraksi Hanura dalam Sidang Paripurna DPR RI

KHITTAH – Jakarta. Anggota DPR-RI asal Sulawesi Selatan, Mukhtar Tompo, secara lantang menyuarakan tentang Blok Karaengta dalam Sidang Paripurna DPR-RI tentang Pokok-Pokok Pembicaraan Pendahuluan Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2017, di Gedung Nusantara II DPR-RI, Senayan Jakarta, Kamis (26/5).

Selain Mukhtar Tompo (Fraksi Partai Hanura), ada tiga orang legislator asal Sulsel yang juga menjadi Juru Bicara di fraksinya masing masing, yaitu Hamka B. Kadi (Fraksi Partai Golkar), Akmal Pasluddin (Fraksi PKS), dan Amir Uskara (Fraksi PPP). Namun hanya Mukhtar yang secara spesifik mengangkat isu lokal, sebagai jalan keluar menyelesaikan persoalan nasional.

Pada paripurna tersebut, Mukhtar menyoroti perlunya transformasi pendapatan negara selain sektor pajak. Ia mencontohkan, perlunya mendorong Pertamina sebagai BUMN pemegang hak tunggal dalam pengelolaan migas nasional. “Selama ini, Pertamina hanya dipercaya untuk mengelola sekitar 15 persen cadangan migas nasional, tapi mereka mampu menyumbang 23 persen produksi migas nasional,” tandas Mukhtar.

Pemerintah, sambung Mukhtar, belum memiliki strategi untuk membuka kawasan-kawasan eksplorasi migas baru, bahkan terkesan mengabaikan potensi kawasan eksplorasi yang pernah ditemukan.

“Misalnya, Blok Karaengta yang pernah ada di Kabupaten Jeneponto, satu-satunya Kabupaten yang masih dikategorikan tertinggal di Sulawesi Selatan. Padahal jika potensi minyak tersebut diekplorasi, dapat merubah status Kabupaten tersebut. Jika hal tersebut dimaksimalkan, maka dapat menggerakkan perekonomian nasional,” jelas Mukhtar yang membacakan pandangan Fraksi Partai Hanura.