Muktamar Aisyiyah Akan Bahas Peningkatan Institusi Keluarga

ADVERTISEMENT

Makassar, KHITTAH.co – Penguatan dan peningkatan kehidupan keluarga harus ditingkatkan dan lebih diprioritaskan lagi, tidak hanya terkait dengan upaya-upaya perencanaan dan pengendalian jumlah anak seperti yang dilakukan BKKBN selama ini, namun lebih kepada upaya-upaya pemberdayaan dan perlindungan untuk memperkuat dan meningkatkan peran kelurga dalam pembangunan.

Hal tersebut diungkapkan ketua pimpinan wilayah Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, saat ditemui di Gedung Aisyiyah Sulsel, Jl Jend M Yusuf, Makassar, Selasa (30/06).

Menurutnya, Dalam setiap kebijakannya, Negara harus mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya bagi institusi keluarga. “Negara harus hadir dan efektif dalam melakukan tindakan preventif, edukatif dan refresif terhadap berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang sering terjadi akhir-akhir ini. Paling konkrit kita mesti belajar dari Kasus Angeline, jangan sampai ditempat atau dilain kesempatan terjadi lagi kasus serupa,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskannya bahwa keluarga juga mesti siap dalam menghadapi serbuan budaya global yang masuk ke dalam keluarga-keluarga Indonesia melalui media teknologi informasi, sehingga disinilah peran negara kembali dituntut. “Peran negara harus melakukan perlindungan dan mengarusutamakan kepentingan dan keutuhan keluarga Indonesia. Begitupula dengan kekuatan civil society dan media massa juga punya tanggungjawab untuk turut mendidik dan memberdayakan institiusi keluarga,” terangnya.

Makanya menseriusi hal tersebut kata Nurhayati, materi ini akan menjadi salah satu bahasan dalam forum Muktamar satu abad Aisyiyah yang akan digelar di Makassar pada 03-07 Agustus mendatang. (*)