Pada Otak yang Sehat, Ada Pikiran yang Benar (Part 1)

Ilustrasi Otak (kompas.com)

Oleh: Syahrul Al-Faraby (Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah)

KHITTAH.CO – Pada mazhab Darwinian, teori evolusi dihujat dan ditolak kaum agamawan. Alasannya sederhana, iman para sainstis ini tak percaya pada jiwa. Mungkin oleh sebab itu, sains melaju kencang meninggalkan agama dan kepercayaan. Iman bagi mereka adalah ilmu pengetahuan. Sains adalah kebenaran. Dan itu semua demi kemanusiaan.

Sains kemudian lebih jauh melangkah dibanding pendahulunya, kini beberapa dari mereka (para ahli neurosains misalnya) telah mampu merekayasa otak hingga tubuh dengan praktik – praktik neurobiology atau neuroplasticity yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Betul. Pada tahap ini, agama telah jauh ditinggalkan. Namun betulkah harus demikian adanya? Bahwa tanda kemajuan di Barat, adalah ukuran kemunduran bagi Timur yang religius? Ataukah agama dan sains tak bisa  berjalan berdampingan dan senantiasa saling menegasikan satu sama lain?

Tak dapatkah kita – umat Muslim misalnya – tetap teguh dengan iman namun sesekali melirik sains? Biarlah Darwin, misalnya, dengan teori evolusinya menolak jiwa. Dan kita kaum yang beragama tetap beriman tetapi juga tak menutup diri pada segala capain sains bagi kemanusiaan. Biarlah, kebenaran itu, hanya dimiliki Tuhan. Lalu, darimanakah kita harus memulai?

*

Pada tahap ini, kita akan coba ‘melirik’ sedikit saja tentang otak manusia serta bagaimana organ ini begitu berpengaruh pada segala karakter dan perilaku manusia, termasuk dalam perilaku beragama. Daniel G. Amem yang menulis Use Your Brain to Change Your Age dan Norman Doidge dengan bukunya The Brain that Changes itself percaya bahwa manusia bisa merubah hidupnya dengan mulai memperbaiki kesehatan otaknya. Namun sebelum jauh membicarakan dua buku itu, ada baiknya kita mengenali hal hal dasar tentang otak itu sendiri.

Sebagian besar pandangan kita, dalam membaca suatu fenomena, memfokuskan pada pikiran atau perilaku seseorang yang dilakukannya. Oleh sebabnya,  tokoh behavioris seperti Watson dan Skinner memandang otak manusia sebagai organ pasif yang hanya merespon stimulus lingkungan yang ada di sekitarnya. Otak akhirnya menjadi hanya sekedar ‘alat’ yang terabaikan dalam diri manusia. Seperti kebanyakan dari kita, pikiran dan perilaku merupakan bentukan dari lingkungan.

Namun kita tentu saja tidak akan memperdebatkan ‘kesahihan’ dari dua pandangan di atas. Bagi para ilmuwan, mereka memilih bersikap fleksibel pada setiap pandangan – pandangan filosofis yang ada. Dengan bahasa sederhana, mereka memilih menyintesiskan antara behaviorisme yang cenderung empirik dan rasionalisme yang cenderung ideal.

Leshley, salah satu tokoh psikologi, adalah orang yang mengawali pandangan bahwa otak sebagai pusat segala aktivitas, pikiran, dan perilaku manusia (bukan lingkungan). Murid hasil didikan Watson ini mengkritik gurunya bahwa otaklah yang berperan penting dan aktif dalam mengorganisasi setiap tindakan – tindakan dinamis manusia.

Leshley dibantu oleh Donal Hebb (1949) mengusulkan konsep yang lebih dalam lagi tentang otak manusia. Hebb menganalisis lebih jauh peran sel saraf (neuron) dalam fungsinya sebagai pengatur dan jembatan antara sel – sel saraf lain di seluruh tubuh manusia.

Noam Chomsky (1959) misalnya, memberi perhatian khusus pada fungsi sel saraf. Ahli linguistik ini mengatakan bahwa yang membantu kemahiran berbahasa manusia tidak hanya berasal dari respon lingkungan, tetapi pada piranti yang disebut language acquisition device atau LAD. Lewat piranti ini, kemampuan berbahasa manusia dibimbing dan dikembangkan. Dan semua terjadi dalam otak kita.

Emangnya Otak itu gimana sih..?

Saya hakkulyakiin, beberapa diantara kita telah mengenal dengan baik setiap bagian – bagian penting dalam otaknya sendiri. Tetapi untuk menyegarkan kembali pengetahuan kita dan membantu saya untuk menyebut istilah – istilah penting pada tulisan – tulisan selanjutnya, saya akan mencoba menuliskan beberapa bagian – bagian dan fungsi otak itu sendiri. (saya juga harus buru –buru gaes mengatakan bahwa saya ini bukan ahli fisiologi ataupun anak kedokteran yahh, pengetahuan saya perihal otak hanyalah hasil bacaan dan kuliah –kuliah lewat internet. Itu aja).

Otak pada manusia telah terbentuk ketika berumur lima minggu dalam rahim seorang ibu. Pada tahap itu, otak terdiri dari tiga bagian, yakni otak depan, otak tengah, otak belakang dan saluran saraf. Otak depan adalah wilayah otak yang terletak di bagian atas otak (Sternberg, 2008). Bagian ini terdiri dari beberapa bagian seperti kulit otak, ganglia basalis, sistem lembik, talamus dan hipotalamus.

Kulit otak juga disebut otak utama yang berfungsi dalam proses – proses berpikir dan  mental manusia. Ganglia basalis adalah wilayah tempat berkumulnya neuron – neuron yang mempengaruhi kerja – kerja motorik tubuh. Ketika Anda menemukan pasien penyakit stroke yang tidak mampu menggerakkan salah satu bagian tubuhnya, hal itu disebabkan kerusakan (lesi) pada ganglia basalis.

Sistem lembik adalah bagian otak yang mempengaruhi emosi, motivasi, proses belajar dan kesadaran. Sistem lembik ini berkembang pada mamalia, dan terhenti (lambat) pada reptil. Manusia yang termasuk mamalia menggunakan sistem lembik untuk mengontrol emosi manusia dalam merespon kejadian – kejadian yang terjadi disekitarnya. Dalam sistem lembik inilah ada bagian – bagian spesifik penting yang berhubungan dengan perilaku ; yakni amigdala, septum dan hipokampus.

Orang – orang yang kehilangan kesabaran, emosional, temperamen, hilangnya rasa takut, benci, marah, agresi ataaupun transformasi kepribadian seperti yang dialami Phinease Gage adalah tanda bahwa terjadi kerusakan pada sistem lembik mereka, khususnya amigdala. Kerusakan ini bisa disebabkan karena kecelakaan ataupun membiasakan diri pada perilaku – perilaku yang agresif atau membenci pada sesuatu di luar diri kita ; others.

Talamus seperti sekretaris pribadi boss besar sang otak. Lewat talamus (yang berisi kelompok neuron – neuron) semua informasi sensorik dari indra tertentu disaring, dan diteruskan pada otak. Talamus ini juga berperan dalam mengatur tidur dan terjaga.

Dalam Rocklan,dkk (2000), menyebut bahwa ketika talamus mengalami malfungsi, hasilnya adalah rasa sakit, gemetaran, amnesia, kekacauan berbahasa, dan perasaan tegang sewaktu terjaga dan tidur. Pada bagian ini pula, seseorang kadang merasa ada bisikan, suara-suara, atau perintah untuk melakukan sesuatu. Jika terjadi kerusakan pada bagian ini (misalnya karena tumor kecil), seseorang kadang melakukan sesuatu sesuai dengan perintah atau suara – suara yang ada di kepalanya.

Hipotalamus adalah bagian otak depan yang sangat penting untuk kelangsungan evolusi dan regenerasi manusia di bumi. Pada hipotalamus lah hasrat makan, kawin, berkelahi atau melarikan diri diatur.

Selain itu, bagian ini berhubungan dengan sistem lembik, yang mengatur rasa senang, rasa sakit, hingga kebahagiaan. Ketika seseorang mengalami penekanan atau terancam dari sesuatu, hipotalamus akan mengaktifkan sel – sel saraf untuk berkelahi, mempertahankan diri, yang mewujud dalam kondisi psikologis tertentu. Demikian otak depan dan beserta bagian bagiannya bekerja.

Otak tengah merupakan bagian otak yang berhubungan dengan penglihatan manusia. Otak ini mengatur gerakan mata dan membantu koordinasi pada realitas yang ditangkap oleh mata. Seorang ilmuwan pernah berkata, bukanlah mata itu yang melihat, tetapi otaklah yang melihat.

Terbukti, pada penelitian lebih lanjut, seseorang yang telah kehilangan matanya, mampu melihat dengan lidahnya dengan menyambungkan saraf – saraf otak tengah ke bagian lidah lewat saraf – saraf perasa atau pencecap.

Pada otak tengah, terdapat serabut neuron yang bernama reticular activating system atau disingkat RAS. Bagian ini semacam sistem saraf yang mengatur gerakan sadar dan tidak sadar beberapa organ tubuh manusia. Anda hendak melakukan ini atau itu, berjalan, duduk, berlari dan semua gerakan gerakan yang anda sadari, diatur pada bagian ini.

Selain itu, bagian ini berhubungan langsung dengan otak belakang. Pada bagian ini, gerakan – gerakan yang tidak kita sadari seperi detak jantung, proses pencernaan makanan dalam tubuh, ataupun bernafas juga diatur. Betapa ajaib dan luar biasanya otak manusia.

Otak belakang (hindbrain) merupakan bagian otak yang terhubung dengan sumsung tulang belakang. Pada bagian ini meliputi medulla oblongata, pons varolli, dan cerebellum. Medulla oblongata mengambil peran dalam mengatur denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Semua gerakan ini diluar kesadaran.

Cerebellum pada otak belakang berperan penting dalam menjaga keseimbangan , kegiatan berjalan, berlari, hingga aktivitas yang lebih kompleks. Kerusakan pada area ini akan membuat kita susah dalam hal konsentrasi, fokus, atau lebih parah lagi tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Kalau ada pelajar atau mahasiswa yang begitu susah berkonsentrasi belajar atau membaca, besar kemungkinan terjadi kerusakan pada bagian ini.

Apakah hal itu bisa diperbaiki? Kata Daniel Amem, tentu saja bisa. Ada dua cara dalam memperbaiki otak yang bermasalah. Pertama dengan jalan singkat ; operasi. Kedua dengan jalan merubah cara atau kebiasaan hidup kita. Pada tulisan selanjutnya, saya akan coba menarasikan beberapa kebiasaan itu.