Pascaputusan Gelar Perkara Ahok, PP Muhammadiyah Serukan Pelihara Kebhinekaan

Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Sumber foto: erabaru.net
Pimpinan Pusat Muhammadiyah bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo, beberapa waktu lalu. Sumber foto: erabaru.net

KHITTAH-Setelah Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menetapkan Basuki Tjahya Purnama (Ahok) sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat pernyataan sikap atas putusan ini dengan nomor 21/PER/I.0/1/2016 pada Rabu, 16 November 2016, di Yogyakarta.

PP Muhammadiyah menyambut baik hasil putusan Polri perihal kasus dugaan penistaan agama ini. Atas penetapan tersebut, PP Muhammadiyah menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menjaga keberadaan NKRI dengan memelihara kebinekaan, ketertiban, kedamaian, kebersamaan, toleransi dan situasi yang kondusif.

Selain itu, PP Muhammadiyah menyatakan, pihaknya pecaya sepenuhnya bahwa proses hukum atas kasus ini berdasarkan prinsip hukum adil dan objektif yang telah diikhtiarkan dan dijalankan seoptimal mungkin oleh Polri.

Hal ini, menurut PP Muhammadiyah merupakan bukti tegak dan terjaganya eksistensi hukum di Indonesia.

PP Muhammadiyah juga mengimbau kepada seluruh warga Indonesia untuk menghormati setiap keyakinan agama, termasuk oleh pemeluk yang berbeda agama dengan sikap luhur dan toleran.

Disebutkan bahwa Muhammadiyah meyakini agama merupakan ajaran suci yang mutlak diyakini oleh pemeluknya serta harus dijunjung tinggi keberadaannya sebagaimana jaminan konstitusi. Karena itu, hendaknya dihindari ujaran atau perilaku yang dapat merendahkan atau menistai agama atau keyakinan tersebut.