Patung Syekh Yusuf Nangkring di Losari, Siapa Dia? Ini Salah Satu Ajarannya

syekh-yusuf
Patung Syekh Yusuf (Tengah) bersama Patung Nelson Mandela (Kiri) dan Mahatma Gandhi (Kanan)

KHITTAH.CO- Patung Syekh Yusuf Al-Makasari kini menghiasi Anjungan Pantai Losari Makassar, tepatnya di anjungan City Of Makassar. Dari pantauan Khittah, Patung tersebut menghadap ke barat tepat disamping Aparteman Lorong (Aparong).

Dari informasi yang dihimpun khittah, Patung yang belum 100 % rampung tersebut mulai berada di anjungan pada Rabu (14/12) malam lalu. Patung Syekh Yusuf tidak berdiri sendiri. Disamping kanan dan kirinya juga ada patung mantan presiden Afrika Selatan pada tahun 1994-1999, Nelson Mandela, serta patung Mahatma Gandhi, pemimpin spiritual asal India.

Belum diketahui pasti alasan Walikota Makassar menampilkan ketiga patung tersebut di Anjungan Pantai Losari, namun khusus untuk patung Syekh Yusuf dimungkinkan karena ketokohannya sebagai ulama besar asal Sulawesi Selatan yang cukup masyur dan berpengaruh hingga ditingkat global.

Syekh Yusuf al-Makassari yang dikenal dengan pemikiran taswwufnya itu hidup di tahun 1626-1699. Dalam rentan waktu itu, ia banyak menelurkan karya dan menyebarkan ajaran Islam hingga ditingkat global, khususnya di Afrika Selatan. Ia juga dikenal lihai merangkai hadits-hadits nabi secara indah, sehingga ini juga menjadi salah satu kekuatannya dalam menyebarkan agama Islam yang damai.

Seperti dikutip dari Dr. Haidar Bagir dalam sebuah ceramah di YT, salah satu hadis-hadis Nabi SAW yang pernah ia rangkai adalah tentang definisi “agama” yang menjadi sebuah jalinan dialog penuh makna berikut ini:

“Apa itu agama?”

Dalam sebuah hadis, Nabi saw bersabda: “Agama itu adalah ma’rifatullah” (mengenal Allah dengan benar sebagai Zat yang penuh kasih sayang)

Lalu, ‘ma’rifatullah’ itu apa?

Jawabannya ada dlm satu hadis Nabi saw “Memiliki akhlak yang baik.”

Pertanyaan berikutnya, ‘Berakhlak baik’ itu apa?

Sebuah hadis Nabi saw memberi jawaban: “Menjalin silaturrahim” (membina hubungan dengan sesama makhluk Allah berdasarkan kasih sayang)

Lantas, ‘Silaturrahim’ itu apa?
Dijawab Nabi saw dalam sabdanya: “Silaturrahim itu memasukkan rasa bahagia ke dalam hati sesama manusia” (idkhalussurur fi qalbil ikhwan)

Jadi, puncak keberagamaan itu adalah memiliki akhlak yang baik sehingga kita (manusia) dapat menjadi rahmat bagi semesta. (*)