Patut Dicontoh, Model Kolaborasi Muhammadiyah Enrekang untuk Gempa Sulbar

KHITTAH.CO, ENREKANG – Ketua Pimpinan Daerah Muhamamdiyah Enrekang Kamaruddin Sita mengajak segenap elemen persyarikatan di daerahnya untuk berjamaah dalam mengatasi bencana. Hal tersebut diungkapan dalam Rapat Koordinasi Peduli Gempa Sulbar, Kamis (21/1/2021).

Dalam pengantar rapat tersebut, Kamaruddin mengapresiasi respon warga Muhammadiyah yang sangat antusias. Namun ia mengingatkan pentingnya manajemen penanganan yang baik, sehingga efektif dan berkelanjutan.

Advertisement

“Saya dorong kepada Muhammadiyah Disaster Management Center- MDMC, sebagai lembaga profesional menangani bencana, agar mengoptimalkan koordinasinya dengan semua pihak,” ungkap nakhoda persyarikatan di Bumi Massenrepulu itu.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) Yunus Busa, menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap civitas akademika dalam menunjukkan kepedulian terhadap penyintas gempa di Sulbar.

“Saya salut semangatnya, tapi perlu kolaborasi. Saya lihat semua aktif menggalang dana, tapi masing masing bergerak sendiri sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, penanganan bencana bukan kali ini saja, sudah banyak pengalaman sebelumnya.

“Namun yang pasti, setiap bencana tidak ditangani dengan jangka pendek tapi bersifat jangka panjang. Saya berharap kita fokus pada penanganan aspek pendidikan dan psiko sosialnya,” ungkap Rektor pertama UNIMEN itu.

Jika perlu, lanjutnya, Muhammadiyah Enrekang mencari Amal Usaha Muhammadiyah di Sulbar yang akan didampingi, dan dibina hingga pulih dan berkembang.”Seperti di Luwu Utara kita adakan KKN di lokasi Bencana,” ujarnya.

Rektor UNIMEN ini juga mendorong penguatan kelembagaan terhadap MDMC dan Lazismu Enrekang. “UNIMEN siap mendukung program dan SDM-nya,” tambahnya.

Merespon arahan Ketua PDM dan Rektor UNIMEN, Koordinator MDMC Enrekang Baharuddin, mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan pada Lembaga yang dipimpinnya untuk mengatur kegiatan respon kebencanaan oleh civitas akademika UNIMEN dan persyarikatan Muhammadiyah.

“Saya sepakat Pak Rektor UNIMEN dan Ketua PDM Enrekang, kuncinya ada pada kolaborasi semua pihak Khusus kepada lembaga mahasiswa di UNIMEN, terima kasih sudah giat menggalang dana. Namun perlu pula kita pikirkan pengaturan penggunaan donasi yang diperoleh supaya efektif, tepat sasaran, berdampak positif dan jangka panjang bagi para penyintas gempa di Sulbar,” pungkas mantan Komisioner KPU Enrekang ini.

Bahar juga menegaskan bahwa MDMC dan Lazismu adalah dua Lembaga yang tidak terpisahkan. “Lazismu sebagai lembaga penghimpun dana ZIS yang resmi, terikat undang-undang. Jadi penggalangan dana harus dipertanggungjawabkan ke publik, karena itu lebih baik di setorkan ke Lazismu,” sambungnya.

Tugas MDMC, kata Bahar, menyusun program penanggulangan bencananya. “Mahasiswa yang aktif di lapangan boleh direkrut sebagai relawan, dan terjun langsung ke lokasi bencana,” pungkas Bahar, menawarkan model kolaborasi.

Selanjutnya, selaku Koordinator MDMC, pihaknya segera berkoordinasi dengan semua pihak, khususnya Bupati Enrekang.

“Kami akan minta petunjuk Pak Bupati, terkait keterlibatan Muhammadiyah dan UNIMEN merespon bencana di Sulbar. Kami akan melaporkan kegiatan ini, saat rencana pemberangkatan tim Pemda Enrekang bawa logistik hari Sabtu besok ke Sulbar,” tutup Bahar.