Pemikiran Politik Muhammadiyah Harus Konstan (Gagasan Menuju Muktamar Muhammadiyah ke 47)

ADVERTISEMENT

KHITTAH.co – Dentunan palu makin nyaring. Bangunan beton tegak berdiri meraksasa seakan hendak meninju angkasa, sementara umbul–umbul menikam tanah, berseliwerang sepanjang jalan, menyapa siapa saja. Karena, Muhammadiyah lahir untuk siapa saja.

Biarkan tanah karebosi memangku niat, dan bersiap diri menampung siapa saja, sebab tradisi lima tahunan Ini untuk siapa saja. Teringat tahun 1932, karebosi tumpah tuah, saat Muktamar lalu. Walau muktamar lalu tak semegah sekarang, itu tidak menjadi soal, yang jelas gagasan besar lahir di permusyawaratan itu.

Sebuah permusyawaratan besar bukan hanya butuh gedung mewah, butuh umbul – umbul dispeanjang jalan, kemeriaan tarian – tarian, lantunan lagu – lagu dan kumpulan lautan manusia. Tapi tak kalah dari itu, permusyawaratan butuh gagasan yang diperjuangkan sebagai konsep menuju masa depan Muhamamdiyah yang cerah diabad kedua.

Pemikiran Politik Muhammadiyah Harus  Konstan (Gagasan Menuju Muktamar Muhamamdiyah 47)
KH. Iskandar Tompo, wakil pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan

KH. Iskandar Tompo, wakil pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan sekaligus mantan politisi saat ditemui dikediamannya berbagi gagasan dengan khittah.

“Sejauh ini kita telah melakukan beberapa persiapan, pertama pematangan pembukaan, Sesuai hasil konsultasi PP Muhammadiyah dengan walikota Makassar, pembukaan diadakan di lapangan karebosi, kedua penginapan – penginapan dipencarkan tidak berpusat di unismuh, ketiga, penyiapan transportasi dan insyaallah gubernur akan memberikan bantuan lewat APBD.keempat yaitu penggalangan dana” jelas Iskandar Tompo

Iskandar Tompo melanjutkan “Dalam perhelatan muktamar ada dua hal yang harus difikirkan yaitu persiapan fisik dan konsep yang akan diperjuangkan. Kalau fisik sudah dijelaskan tadi diatas, mengenai gagasan, Terakhir kita sepakati akan mengadakan seminar. Saya usulkan kali ini Makassar betul – betul membawa konsep. Untuk itu seluruh materi yang akan disidangkan diseminarkan terlebih dahulu seperti kaderisasi, tabliq dana dsb. Hasilnya itu kemudian yang akan dibawah kemuktamar . Jangan seperti dulu, kita pembicara diakhir, jadi kita menyimpulkan gagasannya yang pertama dan kedua. Untuk muktamar kali ini kita harus menjadi pembicara pertama.

Mantan Legislator SulSel ini menjelaskan, Secara umum yang perlu di prioritaskan dalam muktamar nantinya antara lain:

Pertama, muhammadiyah di abad kedua ini lebih berat dari abad pertama. Sehingga kita perlu menyiapkan generasi pelanjut dan itu tertuju ke angkatan muda Muhamamdiyah. AMM akan matang kalau kaderisasinya mantap.

Kedua, mempersiapkan program abad kedua baik secara pemikiran masyarakat terhadap Negara di indonesia hubungan luar negeri.

Ketiga, mengawal pemerintahan, walaupun tidak ada satu pun mentweri dari muhammadiyah. Tapi kita tidak tinggal diam. Kalau program pemerintah itu dalam suasana positif, kita dukung. Jika melenceng muhammadiyah akan memberikan pertimbangan.

Terkahir, Muhamamdiyah dari segi dana luar biasa, sisa perbaikan managemen keuangan dan asset muhammadiyah. Muhamamdiyah punya banyak asset bidang pendidikan.

Terkhusus bidang politik, harus ada pemikiran politik muhamamdiyah yang konstan. Begitu pun dengan hrus ada aturan yang tidak berubah ubah, muhammadiyah harus memiliki rumusan pemikiran berbangsa dan bernegara”.

Arus wacana pendirian partai dalam naungan muhammadiyah kian hari kian membesar. Menanggapi hal tersebut, Iskandar tompo masih skeptis dalam Artian mempelajari keadaan. Hal ini karena kita harus belajar dari pengalaman masa lalu yang gagal misalnya partai matahari bangsa.

Oleh karena itu, lepas dari adanya keinginan mendirikan politik partai politik baru ada yang tidak. Jika pada periode ini ada pendidikan politik , jika ada yang ingin turun dalam pentas politik atau dalam tatanan bernegara harus diberikan pendidikan dulu, sehingga mereka ini ketika kesana tidak seperti seperti orang yangmelompat kelaut yang dalam, tapi tidak memiliki ilmu tentang berenang. Akhirnya beitu dia lompat, akhirnya tenggelam.

“Mengenai Partai Amanat Nasional (PAN), tidak bisa di sangkal bahwa kita punya hubungan ideologis . pendirinya adalah Prof Amin rais yang notabene adalah mantan ketua PP Muhammadiyah. Tetapi dalam hubungan secara organisasi, Muhammadiyah memegang prinsip menjaga kedekatan yang sama dengan seluruh partai politik” jelas Mantan Politisi PAN ini

Untuk kepemimpinan muhammadiyah, Iskandar Tompo mengatakan apa yang telah di perbuat oleh din samsuddin sudah maksimal baik hubungan berbangsa dan bernegara maupun luar negeri. Untuk itu kita perlu mencari penerus yang sepadan dengan Din. Untuk itu tipe pimpina muhamadiyah kedepannya, harus tabliq, amanah, fathanah, siddiq dan memiliki latar belakang kepemimpinan yang bisa masuk dalam semua lapisan.

Mengenai Figur yang akan diusung, Wakil PWM SulSel ini menjelaskan bahwa sampai hari kita belum menetapkan pengganti din samsuddin, kita mematangkan terlebih dahulu 13 pimpinan . kita harap 13 ini adalah pilihan,pilhan dan pilihan. Mengingat din samsuddin menurut Anggaran dasar tidak bisa maju lagi.

Untuk tokoh sulsel yang akan diusung di muktamar nantinya, PWM sudah melakukan pembicaraan serius tapi kita terlebih dahulu member persiapan yang matang terlebih dahulu calon yang diusung mengingat syarat pimpinan pusat adalah harus menetap dijogjakarta maupun Jakarta. (rizal)