Penguatan Media Persyarikatan Tekad MPI PP Muhammadiyah di Era Digital

Jur MPI
Kegitan workshop pengelolaan website, database dan jurnalistik MPI PP Muhammadiyah (Foto: Basri Lampe)

KHITTAH.CO– Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah mengadakan pelatihan pengelolaan website, database dan jurnalistik untuk seluruh MPI Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se-Indonesia dan MPI PDM se-Jawa Tengah dan Jawa Barat. Pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), 26-28 Agustus 2016.

Ketua MPI PP Muhammadiyah, Dr Muchlas, MT, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kebutuhan mendesak akan lalu lintas informasi persayrikatan di era digital sehingga mengharuskan MPI mengadakan pelatihan dalam bentuk workshop ini.

Muchlas menuturkan, bahwa ada tiga kebutuhan secara garis besar yang menajdi subtansi pokok pelatihan ini. Ketiga kebutuhan itu adalah, konten website muhammadiyah.or.id, database yang mapan dan Citizen journalist.

Selanjutnya, Muchlas juga menjelaskan secara rinci setiap elemen tersebut. Pertama, kekayaan konten dari website resmi Persyarikatan yaitu muhammadiyah.or.id yang haruslah padat. Ia berharap jika dalam dua hingga empat tahun kedepan seluruh PWM dan PDM telah dapat mengaktifkan subdomain yang disediakan oleh MPI Pimpinan Pusat.

“Sekarang jumlahnya konten kita ada sekitar 550an buah, jika aktif semua maka kita dapat mendeklarasikan diri sebagai NGO terbesar di dunia secara domain website,” katanya.

Kedua, Muhammadiyah harus memiliki basis data yang mapan, dalam artian sumber valid dan berbasiskan dari himpunan data yang diunggah oleh setiap PDM.

Sementara, terkait dengan demam Citizen Journalist yang sedang tren di kalangan masyarakat, Muchlas mengharapkan Muhammadiyah bisa menjadi tempat informasi berkembang dan setiap elemen Persyarikatan Muhammadiyah dapat menjadi jurnalis.

Workshop ini diikuti sebanyak 70 peserta dari unsur PDM dan PWM se-Indonesia, dari Sulsel hadir sebagai peserta Muhammad Basri Lampe dan Abd Haris Zainuddin dan Kasri Riswadi.