Perempuan: Kunci Kesuksesan Generasi Masa Depan

(Catatan dari Seminar Nasional Bidang Immawati DPD IMM Sulsel)

Suasana Seminar Nasional "Perempuan dan Generasi Masa Depan" DPD IMM Sulsel, di Gedung Serbaguna 'Aisyiyah beberapa waktu lalu (Foto: Basri)
Suasana Seminar Nasional “Perempuan dan Generasi Masa Depan” DPD IMM Sulsel, di Gedung Serbaguna ‘Aisyiyah beberapa waktu lalu (Foto: Basri)

KHITTAH.co – Perempuan merupakan kunci keberhasilan generasi masa depan. Perempuan merupakan “Al-Madrasatul Uula (sekolah pertama)” yang sangat berperan penting dalam mencetak generasi pemimpin masa depan. “Jadi, melalui tangan seorang perempuanlah, maka ia diharapkan mampu mendidik, membangun mental dan mencerahkan generasi bangsa masa depan. Alasan tersebutlah yang mendasari Bidang Immawati DPD IMM Sulsel menggelar Seminar Nasional dengan tema “Perempuan dan Generasi Masa Depan”.

Hal itu diungkapkan Ketua Bidang Immawati DPD IMM Sulsel Dzata Bahjah, yang juga berperan sebagai moderator Seminar yang digelar di Gedung ‘Aisyiyah Sulsel, Jl. Bulusaraung beberapa waktu lalu.  Seminar dalam rangka Hari Ibu tahun 2016 ini menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Ketua PW Aisyiyah Sulsel  Dr. Nurhayati Azis, Psikolog Universitas Hasanuddin Istiana Tajuddin, serta Konsultan Pendidikan yang juga Kepala Sekolah Boarding School Al Kautsar Sukabumi Dra. Suryawati Ningsi Daiman.

Dr. Nurhayati Azis dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang bagaimana menjadi perempuan yang berkualitas. Perempuan yang berkualitas katanya, bukan hanya dari faktor perempuan itu saja, tetapi juga ditopang dari laki-laki sehingga bisa berkualitas. Lebih lanjut kata dia, seorang perempuan bila ingin dikatakan maju maka ia perlu perlu menghilangkan sifat pragmatis dalam dirinya.

“Bila ingin menjadi perempuan yang mencerahkan generasi bangsa, maka mulailah dari diri sendiri. Kita juga harus berpikir terbuka dan universal, dengan tidak menilai sesuatu hanya secara simbolik saja. Seorang perempuan yang tidak lebar jilbabnya misalnya, itu belum tentu akhlaqnya tidak  baik,” jelas nakhoda ‘Aisyiyah Sulsel, yang juga Dosen Universitas Muslim Indonesia.

Sementara itu, Dra. Suryawati Ningsi Daiman menekankan pada budaya kedesiplinan. Menurutnya, sebagai perempuan disiplin sangatlah penting. Ia mencontohkan, seperti aturan di sekolah diterapkan masuk pukul 07:00 pagi, maka kita mesti datang sebelumnya sehingga tidak dikatakan terlambat .

Suryawati juga mengingatkan tentang bagaimana perempuan sebagai ibu. “Jadilah ibu yang mendidik anak dengan keteladanan, seorang ibu harus menjadi contoh terhadap anaknya,” pesannya.

Psikolog Unhas, Istiana Tajuddin mengajak peserta untuk membangun tekad menjadi perempuan yang berkualitas. “Untuk menuju perempuan yang berkualitas, indikatornya ia haruslah pintar, punya proritas, serta keinginan belajar yang kuat,” katanya.

Selain menggelar Seminar, Bidang Immawati DPD IMM Sulsel juga menggelar Silatwil Immawati dan lomba menulis cerpen, puisi serta esai.

MUHAMMAD BASRI LAMPE