PERMAHI Makassar Goes to Campus

Para Narasumber PERMAHI Goes to Campus
Para Narasumber PERMAHI Goes to Campus

KHITTAH.co-Makassar. Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI)  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Makassar mengelar acara Goes to Campus di Aula Harifin Tumpa Fakultas Hukum (FH) Universitas Hasanuddin, Senin (4/4/2016). Perhelatan ini mengusung tema “Peran Mahasiswa dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”.

Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Guru Besar FH-Unhas Prof. Juajir Sumardi, Dosen FH Unhas Dr. Laode Abd. Gani, dan Andi Firmansyah (Aktivis PERMAHI Makassar). Dalam pemaparannya, Prof. Juajir menjelaskan peran mahasiswa menghadapi MEA. Menurutnya, mahasiswa berperan penting untuk menghadapinya, misalnya dengan memperkuat kajian tentang urusan pangan, jasa, perdagangan, dan keilmuan. “Mahasiswa  tidak boleh terjebak pada kesibukan yang tidak efektif. Persiapkan ilmu untuk menekuni profesi hukum, untuk menghadapi MEA,” jelasnya.

Mahasiswa, lanjut Juajir, hendaknya memahami Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sebagai landasan untuk mengidentifikasi kerugian negara.  “Ibu pertiwi sedang menangis atas perilaku pemimpin sekarang, kami mengajak para Pemuda untuk cinta kepada tanah air demi kemajuan bangsa, dan itu tidak lepas dari peran Mahasiswa,” tegas Prof. Juajir.

Dr. Laode Abd. Gani menyatakan bahwa mahasiswa harus bisa berperan di era MEA. “Kenapa kemudian masuk MEA, karena kebutuhan. Lebih banyak untungnya daripada ruginya Indonesia masuk di MEA,” ungkap Dosen FH Unhas ini.

Sedangkan Andi Firmansyah lebih banyak mengulas seputar eksistensi kelembagaan PERMAHI. Ia menyatakan bahwa PERMAHI tidak memiliki afiliasi dengan instansi atau partai politik manapun. “PERMAHI hadir sebagai ruang belajar seputar pendidikan dan profesi hukum,” jelasnya.

Ketua Umum PERMAHI DPC Makassar Reza Patryanto mengharapkan kegiatan PERMAHI Goes to Campus dapat menghasilkan wawasan baru terhadap MEA. “Sebagai calon sarjana hukum, kita tak hanya bersaing dengan lulusan dalam negeri, tapi dengan lulusan Fakultas Hukum Se-Asean. Jadi mahasiswa hukum harus siap menghadapi MEA,” tutup Baso, sapaan akrab Ketua Umum Permahi ini.

Kegiatan ini diahadiri 50-an peserta yang berasal dari berbagai Fakultas Hukum yang ada di Makassar, yaitu FH Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, dan Universitas Indonesia Timur (UIT).

Muhammad Basri Lampe