Persamaan Metode Dakwah Muhammad dan Metode Ilmiah

Kisah Kemuliaan Muhammad, Solusi Peselisihan Peletak Hajar Aswad
m).

KHITTAH.co- Tidak ada ajaran Muhammad saw. yang tidak berdampak langsung dalam hidup manusia. Belakangan ini, sejumlah anjuran Nabi, ternyata, sejalan dengan temuan ilmiah. Misalnya, larangan Nabi untuk meniup makanan atau minuman panas.

Dalam penjelasan ilmiah, meniup makanan-minuman panas dapat menghidupkan senyawa berbahaya. Air (H2O) akan bereaksi dengan Karbondioksida (CO2) yang keluar dari mulut saat meniup, menghasilkan asam karbonat (H2C03). Senyawa asam karbonat akan merusak jantung.

Seorang penulis buku Sejarah Hidup Muhammad Husain Haekal, juga menyebut, terdapat kesamaan antara dakwah Nabi dengan meotde ilmiah. Keharusan untuk terbebas dari prasangka, pengaruh ideologi yang berelasi dengan objek penelitian juga ada dalam metode dakwah Rasulullah.

Tidak hanya itu, seperti metode ilmiah, metode Rasulullah juga melakukan eksperiman, observasi, komparasi sistematis, lalu menyusun silogisme-silogisme berdasar pada premis-premis.

Ungkap Husain Haekal, Muhammad saw. juga masih terus memeriksa simpulan-simpulan atau  putusan yang akan ia terapkan sampai tidak ditemukan lagi kekeliruan. Hal ini juga senada dengan metode ilmiah.

Husain Haekal menyebutkan, bukti penerapan metode yang senada dengan metode ilmiah itu adalah terkikisnya iman-iman lama masyarakat Quraisy.  Iman Majusi dan Sabian dapat hilang dan tergantikan iman Islam yang diajarkan Rasulullah.

Menurut penulis buku Hayat Muhammad ini, sesuai yang dilakukan Muhammad, untuk sepenuhnya mengimani Allah sebagai ilah dan megimani Islam, kita bisa saja melepaskan jejak kepercayaan dalam hati.

Dengan meninjau dan merenungi alam raya, relasi manusia dengan makhluk lainnya, serta keteraturan semesta, ungkap Husain Haekal, manusia akan menyadari bahwa terdapat satu zat tempat mula dan berakhir segala sesuatu ini.

Begitulah, beber Husain Haekal, Rasulullah mendakwahkan Islam.