Persyaratan Calon Formatur Pemuda Muhammadiyah Sulsel Dipertanyakan


Khittah.co, Makassar — Salah satu bakal calon ketua Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Abd Haris Zainuddin, mempertanyakan salah satu poin persyaratan calon formatur dimana setiap calon tidak boleh rangkap jabatan di organisasi lain.

Menurut Haris, persyaratan seperti itu adalah merupakan kemunduran bagi organisasi Pemuda Muhammadiyah.

Sebab Haris menganggap, Muhammadiyah sudah sangat dikenal sebagai orgnaisasi yang banyak melahirkan kader pemimpin dan itu tersebar di berbagai organiasasi bahkan di organisasi politik sekali pun.

“Kalau persyaratannya demikian, maka semua calon kemungkinan tidak ada yang lolos,” kata Haris, Kamis, 13/06/2019

“Karena kemungkinan besar dari 69 bacalon formatur itu tidak ada yang hanya memiliki satu organisasi,” tukas Ketua Bidang Kader Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar itu.

Senada dengan itu, Ketua Organisasi Pemuda Muhammadiyah Makassar, Irfan Mus, juga menyayangkan aturan itu.

“Apatah lagi Makassar sejauh ini telah merekomendasikan kader-kader terbaiknya yang diyakini telah malang melintang di berbagai organisasi dan itu merupakan suatu kebanggaan dan harusnya, menjadi suatu kesyukuran bagi organisasi ini,” papar Irfan.

Oleh karena itu, Irfan berharap siapa saja bacalon yang sudah jelas kekaderannya dan jelas prosesnya di organisasi Pemuda Muhammadiyah mesti diakomodir.

“Semua bacalon yang jelas proses dan kekaderannya mesti diakomodir,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Musywil ke XVII Pemuda Muhammadiya Sulsel, Wahriyadi, tidak begitu mempersoalkan kader yang aktif di organisasi lain.

“Karena tidak ada rincian OKP yang dimaksud dalam persyaratan, maka dalam diskusi panlih, hanya merangkap dengan OKP yang sama dengan garapan Pemuda Muhamamdiyah seperti GP Ansor dan Ortom NU,” papar Ai sapaan karib Wahriyadi

Bagi Ai, siapa saja kader yang jelas kekaderan dan prosesnya di Pemuda Muhammadiyah lalu kemudian siap berkomitmen untuk membesarkan Pemuda Muhammadiyah Sulsel maka akan diakomodir.

“Yang penting jelas kekaderannya, tidak apa-apa rangkap dengan organiasasi yang lain, kecuali yang afiliasi dengan NU,” tukasnya.r07