Prihatin Terhadap Pekerja Sektor Informal, MCCC Banjarbaru Gelar Pembagian Nasi Bungkus


Banjarbaru. Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Banjarbaru Menggelar Berbagi 1000 Nasi Bungkus (BERNASBUNG) di Banjarbaru pada senin 30 Maret 2020.

MCCC Banjarbaru sendiri dalam Kegiatan diisi oleh relawan yang berasalkan dari berbagai elemen Muhammadiyah di Banjarbaru seperti Organisasi Otonom Muhammadiyah yakni Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan sebagainya.

Dalam Hal Pendanaan MCCC Banjarbaru Sendiri di Bantu oleh Lazismu Banjarbaru yang bertugas menghimpun dana masyarakat.

Muhammad Fadli Ridhani, Relawan Muhammadiyah Banjarbaru menyampaikan bahwa Untuk lokasi pembagian dilaksanakan secara berpindah-pindah.

“Hari ini merupakan hari kedua kami melaksanakan pembagian, dalam melaksanakan pembagian kami melakukan secara berpindah-pindah tempat menyesuaikan orang yang kami anggap perlu untuk di beri,”jelasnya

Fadli menambahkan target pembagian yakni berjumlah 1000 Bungkus dengan dilaksanakan secara berkala.

“kami menargetkan untuk pembagian ini berjumlah 1000 bungkus tentu nantinya akan secara berkala,”tambahnya.

Tito Dwi Wirawan, Koordinator Lapangan MCCC Kalimantan Selatan di Banjarbaru

Tito Dwi Wirawan, Koordinator Lapangan Muhammadiyah Covid-19 Comand Center (MCCC) Kalimantan Selatan di Banjarbaru menyampaikan tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah meringankan beban pekerja sektor informal.

“kami melaksanakan ini guna meringankan beban pekerja sektor informal yg sehari-harinya mengandalkan rutinitas harian orang lain seperti pengemudi angkutan umum, Pengemudi Ojek, pedagang keliling dan sejenisnya, inilah yang menjadi keprihatinan kita bahwa banyak saudara-saudara kita yang bisa dikatakan “kehilangan mata pencaharian” pada saat adanya wabah covid-19 sekarang ini, walaupun sifatnya mungkin sementara tapi cukup berdampak pada kehidupan sehari-hari nya,” imbuhnya

Tito berharap walaupun nilai bantuannya tidak seberapa dan mungkin juga tidak signifikan, tapi setidaknya kami merasa harus hadir untuk bisa membantu sesama. (Muhammad Nashir)

Advertisement