Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh-Kades Panciro Tandatangani MoU Program Pelatihan Citizen Reporter

Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh-Kades Panciro Tandatangani MoU Program Pengabdian Masyarakat 
ADVERTISEMENT

KHITTAH.CO, MAKASSAR– Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unismuh Makassar, melakukan penandatanganan MoU Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Pemerintah Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, di Ballarewako Panciro, Sabtu, 12 September 2020.

Penandatangan MoU dilakukan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar, Dr Muhammad Tahir dan pemerintah Desa Panciro diwakili Kepala Desa Panciro, Anwar Malolo.

Hadir dalam acara ini, dari Prodi Komunikasi Unismuh Makassar, Dr Muhammad Yahya Mustafa, Sukri, Wardah, Arni, Indah Elza Putri, Ahmad Syarif.

Turur hadir Ketua BPD Desa Panciro, Sekretaris Desa Panciro, Abd Rahman Dg Rani, Kasi Pemerintahan Desa, Fhadly, S.Sos, tokoh masyarakat dan wartawan senior Desa Panciro, Drs.Darwis Jamal Takdir, tokoh masyarakat dan tokoh organisasi pemuda Desa Panciro serta Babinsa.

Kerjasama Prodi Ilmu komunikasi Unismuh Makassar dengan Pemerintah Desa Panciro, dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memperkuat kinerja pusat informasi desa dan kawasan.

Kepala Desa Panciro, Anwar Malolo, menyambut baik kerjasama dengan Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar.

Anwar Malolo mengatakan dengan kerjasama ini, bisa mengubah pola pikir serta dapat menambah wawasan masyarakat utamanya dalam mengelola informasi desa secara benar.

” Pelatihan jurnalisme warga ini dapat menjadi jembatan untuk merubah wawasan khususnya didalam menyampaikan informasi desa yang benar, “ujar Anwar Malolo.

Sementara itu Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar, Dr Muhammad Tahir, merasa berterimakasih atas respon pemerintah desa Panciro dalam kegiatan program pengabdian kepada masyarakat Prodi Ilmu Komunikasi Unismuh Makassar.

Dikatakan, sekarang ini adalah era informasi dimana masyarakat sangat dengan mudah untuk mengakses berita. Terkait informasi sangat sering kita membaca berita-berita yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu dengan pelatihan ini diharapkan informasi desa dapat dikelola dengan baik sehingga informasi yang dipublikasikan ke publik dapat dipertanggungjawabkan. (Darwis/Ulla)