Prof Ambo : AMCF Banyak Memberi Manfaat bagi Muhammadiyah

KHITTAH.co, Makassar- Universitas Muhammadiyah Makassar menggelar Seminar Internasional bertajuk “Strategy for Developing Advanced Humanitarian Programs in Indonesia, Senin, 23 Mei 2022, di Balai Sidang Muktamar Muhammadiyah Kampus Unismuh Makassar. 

Seminar tersebut menghadirkan Dr Mohammed MT Khoory, Founder Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) yang datang dari Dubai, Uni Emirat Arab.

Dalam sambutannya, Prof Ambo Asse memperkenalkan Syekh Khoory sebagai pengusaha yang banyak bergerak dalam aksi-aksi sosial masyarakat.

Kata Prof Ambo, Syekh Al-Khoory  melalui AMCF-nya telah banyak memberi manfaat bagi Muhammadiyah Sulawesi Selatan, termasuk dalam pelaksanaan sejumlah agenda amal.

“Kalau kita lihat ma’had Al-Birr itu, semua gedung ma’had itu dari AMCF. Kalau kita lihat masjid yang megah di Universitas Muhammadiyah Makassar, itu dari AMCF. Oleh karena itu, kami haturkan jazakumullaah khairaan jazaa,” ungkap Prof Ambo diiringi tepuk tangan. 

Pembangunan Ma’had Al-Birr merupakan salah satu wujud bantuan AMCF untuk Muhammadiyah. Tidak hanya di Makassar,  pembangunan ma’had oleh AMCF juga dilakukan di sejumlah tanah wakaf Persyarikatan.

Sejumlah ma’had tersebut juga menjadi bagian dari perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia. PTM yang memiliki Ma’had selain Unismuh Makassar, yaitu UM Sumatra Utara, UM Sumatra Barat, PWM Batam, UM Palembang, UM Yogyakarta, UM Surakarta, DAN UM Sidoarjo.

Ada juga UM Malang, UM Mataram, UM Pontianak, UM Kalimantan Timur, UM Palangka Raya,UM Palu, UM Gorontalo, UM Maluku Utara dan STKIP Muhammadiyah Sorong.

Ketua PWM yang juga Rektor Unismuh Makassar Prof Ambo Asse menyampaikan bahwa kini, Ma’had Al-Birr telah diserahkan serpenuhnya kepada Muhammadiyah. 

Kini Ma’had Al-Birr menjadi bagian dari Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar. DI bawah FAI Unismuh Makassar, Ma’had Al-Birr menanungi tiga program studi, yaitu Pendidikan Bahasa Arab, Komunikasi Penyiaran Islam, dan Akhwal Syahsiah. 

Meski demikian, kata Prof Ambo, Syekh Khoory tetap memberikan perhatian kepada ma’had tersebut. Ma’had Al-Birr diketahui sebagai tempat ditempanya kader-kader Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sulsel untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab. 

Di Sulsel, bahkan nasional, AMCF juga diketahui banyak membantu Lazismu dan MDMC dalam penyaluran bantuan sosial bagi korban sejumlah bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Kerja sama AMCF dan Muhammadiyah dimulai sejak 1992. Untuk Sulawesi Selatan, AMCF memulai kerjasama sejak era kepemimpinan K.H. Djamaluddin Amien. 

Di akhir sambutannya, Prof Ambo mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Syekh Khoory. “Kita doakan Syekh Khoory tetap diberikan kesuksesan, kesehatan, dan kebugaran sehingga Sykeh Khoory bisa datang ke Unismuh Makassar, bukan cuma saat ini saja terakhir Beliau datanh, tapi minimal setahun sekali,” tutup Prof Ambo.

(Fikar)