PROFIL PEREMPUAN Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum

Dengan prestasi yang beliau miliki, ini menandakan bahwa perempuan juga mampu berprestasi dalam bidang apa saja khususnya dalam bidang pendidikan. Banyak gagasan yang telah beliau lahirkan.

Secara umum Kepala UPT Job Placement Center UNHAS berpandangan bahwa “Pada prinsipnya kedudukan perempuan dan laki-laki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sama, sebagaimana Konstitusi Negara UUD NRI Tahun 1945 menjamin hal tersebut dalam Pasal 27 ayat (1) bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Demikian juga di dunia pendidikan, baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing melalui kesempatan memperoleh pendidikan yang baik. Namun demikian, dalam perspektif yang lebih khusus, perempuan memiliki keutamaan dan direpresentasikan sebagai sosok yang menentukan sebuah peradaban bangasa. Misalnya sering kita mendengarkan ungkapan bahwa “perempuan adalah tiang Negara, jika baik maka baik pula Negara itu dan jika rusak, maka rusak pula Negara itu”. Demikian halnya dengan ungkapan bahwa “Al Ummu Madrasatul ‘Ula, bahwa Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat bermulanya pendidikan karakter bagi perkembangan anak, sebelum mereka memasuki dunia pendidikan secara formal dan kehidupan yang lebih nyata (the real life). Sesungguhnya inilah yang menjadi alasan mengapa perempuan harus lebih bermartabat, terdidik, dan bijaksana, sehingga dapat menjadi panutan dan contoh yang patut ditiru dan dibanggakan bagi generasi untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang kuat dan berintegritas. Dunia pendidikan membutuhkan perempuan yang demikian itu yang bisa bermitra dengan laki-laki untuk bersama mendidik generasi”

Kepedulian beliau terhadap pendidikan perempuan sangat lah besar ”Sebagai seorang pendidik (dosen), tentunya aktivitas saya pada wilayah pendidikan untuk membangun karakter anak didik pada umumnya. Secara khusus, bentuk perjuangan yang saya lakukan adalah mendorong upaya kesetaraan gender dalam dunia pendidikan. Misalnya, bagaimana mendorong perempuan untuk meningkatkan kualitas dan jenjang pendidikannya. Demikian juga mendorong perempuan yang potensial untuk menjadi pemimpin formal di perguruan tinggi, sehingga akan menjadi motivasi bagi perempuan-perempuan yang lain untuk meningkatkan kualitas dirinya sehingga akan semakin menambah kualitas perempuan secara umum” jelas Bendahara Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia Organisasi Wilayah Sulawesi Selatan ini.

Advertisement