Refleksi Sejarah Islam (3)

Prof Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA

Oleh: Prof. Dr. H. Ahmad M. Sewang, MA.

(Sejarawan UIN Alauddin Makassar)

Dalam sebuah diskusi forum dosen

Advertisement

Harian Tribun tempat pelaksanaan

Membaca peristiwa masa sekarang

Dan memproyeksi peristiwa ke depan

Sebagian peserta berpandangan

Umat masih di bawah standar kecerdasan

Walau sudah hidup di era ITC

Seharusnya jadi lompatan kemajuan

Tapi umat belum berdaya merespon

Akal budi belum bisa digunakan

Memilah berbagai pemberitaan

Mana hoax, fitnah, dan kebencian

Mana informasi bernas jadi pegangan?

 

Ketidakmampuan menggunakan pikiran

Berarti kembali ke zaman kegelapan

Walau sudah hidup di zaman modern

Bacalah salah satu medsos sekarang

Netizen belum bisa memilahkan

Mana sesuai dengan kebutuhan

Meng-copas fatwa dari negeri kerajaan

Sebagai contoh dikemukakan

Tentang demonstrasi sementara marak

Sudah bisa ditebak, apa hukumnya

Yaitu, haram di negeri kerajaan

Berbeda negeri bersistem demokrasi

Demonstrasi dijamin konstitusi

Sayang fatwa seperti ini tanpa analisis

Kecuali hanya disebar begitu saja

Di tengah masyarakat belum berdaya

Akhirnya langsung saja dipercaya

Tanpa bisa melihat konteks tempat

Padahal setiap informasi termasuk fatwa

Merupakan respon lingkungan sekitar

Sangat dibatasi waktu dan tempat

 

Makassar, 8 Januari 2017