Refleksikan Nilai Sumpah Pemuda, Pimpinan Ponpes Terpadu Al Fatihah, Ajak Santri Boikot Produk Prancis

KHITTAH.CO, Bulukumba – Peringatan Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober menjadi momentum nasional untuk kembali merefleksikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928.

Bertempat di pondok pesantren Al Fatihah Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, upacara Sumpah Pemuda digelar untuk memperingati momen bersejarah tersebut. Upacara diikuti oleh seluruh santri, pimpinan pondok pesantren, pegasuh, serta mahasiswa program KKN DK UIN Alauddin Makassar Desa Bulolohe, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba.

Dalam Sambutannya, Pembina Upacara, Ustad H. Usman Abdul Rasyid, Lc. APKU selaku Pimpinan Pondok Pesantren Terpadu Al Fatihah mengajak seluruh santri dan peserta upacara untuk bersama-sama membeli produk-produk yang berhubungan dengan Prancis.

“Hari sumpah pemuda ini, saya mengajak seluruh santri pondok pesantren Al Fatihah untuk memboikot produk-produk yang berhubungan dengan Perancis karena pemimpin mereka telah menghina Nabi Muhammad SAW dan itu menyakiti seluruh umat muslim di seluruh dunia,” kata Ustad Usman.

Sebagaimana diketahui, presiden Prancis, Emmanuel Macron dinilai telah menghina Nabi Muhammad SAW dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW dan juga telah menyulut munculnya kembali Islamic Phobia.

Advertisement