Said Abdul Samad, Yang Aktif “Meluruskan” Syiah

KHITTAH.co, Makassar-Salah satu sosok yang dikenal getol dalam menunjukkan hal-hal yang dianggap keliru dari kelompok Syiah adalah Ustaz Said Abdul Samad. Hampir di setiap kesempatan usai salat berjamaah dan ia berada dalam jemaah tersebut, ia selalu menyempatkan diri untuk naik ke mimbar menyampaikan hal-hal yang ia anggap keliru tentang Syiah.

Demikian pula di media massa, ia dikenal aktif menulis di harian-harian Kota Makassar perihal Syiah yang ia yakini harus diluruskan.

Kemarin, Rabu, 18 Oktober 2017, Khittah berkesempatan untuk menemuinya di Masjid Sultan Alauddin Makassar. Dalam pertemuan yang hangat itu, ia menjelaskan perihal perjuangannya selama ini dalam melawan Syiah.

Pertama-tama, ia menegaskan, selama lebih sepuluh tahun ia kerap melawan kelompok Syiah, ia mengaku, tidak pernah mengatasnamakan Persyarikatan Muhammadiyah.

“Sudah lebih sepuluh tahun saya melawan Syiah, sejak zaman Jalaluddin Rakhmat, saya tidak pernah mengatasnamakan Muhammadiyah. Masa’ saya yang sudah lebih empat puluh tahun bernomor baku Muhammadiyah ini tidak paham hal yang seperti itu,” ungkapnya.

Terkait sebuah koran di Kota Makassar yang pernah menyebut laporannya kepada kepolisian atas kelompok Syiah mengatasnamakan Muhammadiyah,  ia menjelaskan bahwa hal itu merupakan kekeliruan wartawan koran tersebut.

“Itu wartawannya yang salah. Kenapa saya mau pakai nama Muhammadiyah, sementara saya punya lembaga juga yang memang sudah dikenal aktif melawan Syiah. Lembaga saya LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam). Kemarin, lembaga ini sudah menyurat ke Walikota dan DPRD untuk kasus ini,” jelasnya sambil menunjukkan surat tersebut.

Panjang lebar ia menjelaskan perihal yang dianggapnya keliru tentang Syiah. Perjuangannya melawan Syiah, ungkapnya, dilandasi iman Islam yang bulat. Rasulullah Muhammad saw, jelasnya, dalam sebuah riwayat pernah mengungkapkan, siapa yang menghina sahabat berarti sama saja menghina Rasulullah, yang mencintai Rasulullah, pastilah mencintai sahabat.

Karena itu, ia meyakini, Syiah itu menyimpang. Ini karena pada peringatan Asyura di Hotel Clarion Makassar, ia menemukan doa untuk melaknat para sahabat Rasulullah, mulai dari Abubakaar r.a hingga khalifah Yazid.

“Dalam doanya,  mereka (kelompok Syiah) mendoakan agar sahabat-sahabat Rasulullah yang dianggap menghalangi Imam Ali dan Imam Husein menjadi khalifah, supaya  dilaknat oleh Allah,” jelasnya sambil menunjukkan fotokopian doa tersebut.

Saat ditanyai tanggapannya perihal putusan Muktamar Muhammadiyah yang mendorong agar terjadi dialog antara Sunni dan Syiah, ia mengaku sangat mendukung hal itu.

“Bagus itu, kalau ada dialog. Karena memang harus ditunjukkan ke Syiah itu tentang penyimpangan mereka. Tapi, saya juga pernah menanyai Prof Yunahar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Yunahar bilang, menunjukkan kesesatan Syiah, seperti yang saya lakukan sekarang ini juga dialog,” ungkapnya sambil menunjukkan percakapannya dengan Prof Yunahar di aplikasi pesan.

Ustaz Said mengaku tidak menolak bahwa Syiah adalah Islam. Hanya saja, menurutnya, Syiah itu Islam yang sesat dan menyimpang. Mulai dari konsep kemaksuman 12 imam, nikah mut’ah, hingga beberapa hal perihal fikih ibadahnya.

“Muhammadiyah kan juga menolak kalau ada yang dimaksumkan selain Nabi Muhammad saw? Termasuk perayaan Asyura, yang di dalamnya pastilah ada pelaknatan dan penghinaan kepada sahabt-sahabat Rasulullah, seharusnya, orang Muhammadiyah yang baik dan benar adalah orang Muhammadiyah yang menolak perayaan Asyura”, imbuhnya.

Ia menambahkan, jika ada cendekiawan atau ulama Muhammadiyah yang tidak menolak atau diam-diam saja atas Syiah dan peringatan Asyuranya, menurutnya, mereka adalah cendekiawan dan ulama yang payah.

“Muhamamdiyah itu gerakan amar ma’ruf nahi munkar, kan? Masa ada kemungkaran seperti Syiah, kita diam-diam saja?  Sementara di Tarjih (Himpunan Putusan Tarjih) sudah jelas, Muhammadiyah menegaskan sesuai hadis Nabi, satu golongan yang tidak masuk neraka adalah golongan yang mengikuti jejak Rasululullah dan sahabat-sahabtanya, sementara Syiah, malah melaknat sahabat?” bebernya.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar ini juga menegaskan, dirinya juga menolak jika melawan Syiah dengan kekerasan atau kontak fisik. Meski begitu, ia mengaku bersyukur dengan keberadaan organisasi Islam yang dikenal garang. Ini, menurutnya dapat digunakan sebagai laskar terdepan untuk membubarkan praktik-praktik yang mengatasnamakan Islam, namun menyimpang.

Meski demikian, ia menegaskan, kegarangan organisasi itu tidak boleh kebablasan dengan kekerasan fisik yang mengabaikan hukum.

“Dalam pembubaran-pembubaran sebuah acara yang menyimpang, organisasi garang itu pun tetap harus memanggil kepolisian, biar polisi yang membubarkan,” jelasnya.

Demikianlah, catatan perjumpaan Khittah dengan Said Abdul Samad, Lc., Wakil Ketua PDM Kota Makassar yang getol meluruskan pemahaman Islam kelompok Syiah yang diyakini keliru.

Khittah tentu memberi ruang kepada siapa saja untuk menyampaikan pendapatnya selama pendapat itu berlandaskan pada alasan-alasan yang kuat, seperti Ustaz Said.

Terwujudlah Islam Berkemajuan!