BEM FH UMI: Sebelum Memperingati Hari Nasional, Penting Gelar Diskusi

Foto: Penanggung jawab acara Muh. Basri Lampe (Mentri Perguruan Tinggi dan Kepemudaan)
Foto: Penanggung jawab acara Muh. Basri Lampe (Mentri Perguruan Tinggi dan Kepemudaan BEM FH UMI)

KHITTAH.co- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar akan mengelar Diskusi Pelataran tentang Hak Asasi Manusia (HAM) di Kampus FH UMI depan Sekretariat BEM FH UMI Rabu, 7 Desember 2016 besok siang pukul: 14.30-Selesai.

Kegiatan ini diperkirakan akan menghadiri peserta sekitar seratus orang dari berbagai lembaga sesuai undangan yang disebar oleh Muh. Basri Lampe (Mentri Perguruan Tinggi dan Kepemudaan) yang selaku penanggung jawab acara tersebut. Dengan mengankat tema “Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas, Apa Solusi Para Penegak Hukum?”.

Narasumber yang akan dihadirkan, antaranya Damang. S.H (Pasca Sarjana Hukum UMI) dan dari pihak Kepolisian yaitu, Kapolsek Panakkukang, yang selaku moderator Al Fian (Mentri Politik Hukum dan HAM BEM FH UMI).ben-umi

Penanggung jawab kegiatan, Muh. Basri Lampe menjelaskan bahwa alasan tema yang diangkat di atas adalah bagaimana menyadarkan para penegak hokum untuk menjalankan perannya sesuai profesinya. “Contohnya, saya melihat saya melihat para penegak hokum seperti Kepolisian, Kejaksaan, Hakim, Advokat dan lain sebagainya biasanya tidak lagi menjalankan sesuai perannya, seperti Polisi kebanyakan main hakim sendiri, menangkap orang yang ia baru duga sedangkan ada orang sudah tersangka tapi mereka tidak ditahan, contohnya kasus Ahok” jelas penanggung jawab acara ini.

Lebih lanjut, dia mengharapkan semoga hasil diskusi ini bisa melahirkan wawasan baru tentang asas Equality before the law adalah asas persamaan di hadapan hokum. Sehingga tidak ada lagi yang mensholimi dan disholimi, khusnya masyarakat awam yang banyak dihukum karena hanya persoalan kecil, seperti yang diungkapkan oleh aktivis jalanan bahwa “Hukum Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas” sesuai tema yang diangkat diatas. Olehnya itu, usai diskusi ini bahwa betul-betul sadar para penegak hukum akan mensosialisasikan di masyarakat bahwa orang sama di hadapan hokum, dan bukan hanya di hadapan hokum di hadapan sang penciptapun yaitu Allah dalam Al-Qur’an “Laki-laki dan Perempuan semua sama di hadapan Allah, tutup basri putra Bulukumba ini. (*)